kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Pandu Sata Utama berhasil sejahterakan petani binaan


Senin, 27 Mei 2019 / 20:21 WIB


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Noverius Laoli

Kemitraan yang saling menguntungkan

Kemitraan antara PSU, yang juga pemasok tembakau untuk PT HM Sampoerna Tbk., dengan petani mitra memberikan jaminan pembelian hasil panen. Hal ini juga diakui oleh Gunadi, salah satu petani mitra, yang kisahnya membuka tulisan ini.

Dulu, kata Gunadi, petani tak memiliki pasar yang jelas untuk memasarkan hasil panennya. Tetapi, aktivitas menanam tetap dilakukan dengan penghasilan yang tak sepadan.

Kini, petani lebih tenang karena adanya kepastian pembelian hasil panen. “Pasarnya jelas. Mau gagal, mau berhasil, punya pasar. Sebelum itu, mau dijual ke mana, belum tahu. Waton nandur, embuh payu embuh ora, tanam(Sembarang tanam, entah laku entah tidak, tanam),” kata Gunadi.

Setelah hampir 8 tahun menjadi petani mitra, Gunadi bisa merenovasi kediamannya dan mampu membeli kendaraan bermotor. Penghasilan yang didapatkan dari hasil panen juga meningkat dua kali lipat.

Wanto mengungkapkan, kemitraan yang dibangun dengan para petani salah satunya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Perusahaan pemasok tembakau memberikan jaminan pembelian, memberikan subsidi bibit, pupuk, pinjaman mesin, tray, dan lain-lain. Petani hanya membiayai sekitar 25 hingga 40% biaya dari total keseluruhan setiap musim tanam.

“Apapun kualitasnya tetap kami ambil, kami beli. Misalnya kontrak untuk 1 hektare kontrak, panen sekitar 2,200 kg  tembakau kering. Apa pun kualitasnya, diambil (oleh perusahaan pemasok tembakau). Itu jaminannya. Makanya, petani kan bagusnya di situ. Kalau dulu (sebelum jadi petani mitra) kan, jelek enggak diambil,” kata Wanto.

Salah satu faktor yang akan mendukung produksi tembakau adalah kualitas bibit. Pada tahun 2019 ini, PSU membentuk 6 sentra produksi bibit  yang dikelola oleh petani terpilih yang berpengalaman. Dalam perjalanannya, petugas lapangan dari PSU tetap memberikan pendampingan dan pengawasan rutin kepada sentra-sentra  produksi bibit tersebut.

Pendampingan dan pengawasan juga dilakukan untuk tahap-tahap produksi selanjutnya sehingga diharapkan dapat diperoleh hasil produksi yang berkualitas.

Terbukti, kemitraan yang Pandu Sata Utama jalankan memberikan manfaat kepada petani mitranya, seperti yang tercermin dalam kisah Gunadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×