kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Pasar domestik lesu, begini strategi Gunung Raja Paksi (GGRP)


Kamis, 27 Agustus 2020 / 20:44 WIB
ILUSTRASI. Pabrik baja PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP)


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Yudho Winarto

Tercatat dalam laporan keuangan perusahaan, penjualan neto GGRP mengalami penurunan hingga 16,77% secara tahunan atau year-on-year (yoy) dari semula US$ 379,27 juta di semester I 2019 menjadi US$ 315,65 juta di semester I 2020.

Seturut penurunan pada sisi penjualan neto, rugi bersih perusahaan membengkak menjadi US$ 10,80 juta. Sebelumnya, rugi bersih perusahaan tercatat hanya mencapai US$ 2,20  juta.

Oleh karenanya, GGRP merambah target pasar ekspor baru dengan melakukan  ekspor terhadap 4.600 ton structural steel atau struktur baja ke Vancouver, Kanada pada Kamis (27/8). Ini merupakan ekspor perdana perusahaan ke negara tersebut.

Nilai dari ekspor adalah sebesar  Rp 69 miliar atau setara dengan kurang lebih US$ 4,7 juta. Harapannya, ekspor ke Kanada bisa menjadi kegiatan ekspor rutin pada periode-periode berikutnya.

Baca Juga: Transformasi digital jadi solusi Gunung Raja Paksi (GGRP) hadapi krisis karena corona

“Kita sudah ketahui bersama bahwa pasar domestik lesu, tapi alhamdulillah kami bisa membuka peluang untuk ekspor,” imbuh Abednedju.

Ke depan, GGRP masih akan kembali menjajaki peluang ekspor ke Malaysia dan Selandia Baru dalam waktu dekat. Sebelumnya, kedua  negara tersebut memang sudah pernah menjadi target pasar  ekspor perusahaan.

Dengan adanya upaya-upaya ini, GGRP berharap mampu menahan laju penurunan penjualan agar terjaga di bawah 20% dibanding realisasi tahun sebelumnya. Perusahaan berharap, pasar baja nasional bisa segera pulih pada tahun depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×