kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.698   22,00   0,12%
  • IDX 6.144   -174,14   -2,76%
  • KOMPAS100 810   -22,01   -2,64%
  • LQ45 621   -9,85   -1,56%
  • ISSI 217   -8,30   -3,68%
  • IDX30 355   -4,99   -1,39%
  • IDXHIDIV20 444   -5,07   -1,13%
  • IDX80 94   -2,28   -2,38%
  • IDXV30 122   -1,92   -1,54%
  • IDXQ30 116   -1,18   -1,00%

Wings Group fokus pada produk sabun cair


Jumat, 08 Mei 2015 / 10:20 WIB
ILUSTRASI. Wijaya Karya (WIKA) memproyeksikan kontrak baru mencapai Rp 25 triliun - Rp 27 triliun hingga akhir tahun 2023.


Reporter: David Oliver Purba | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. PT Sayap Mas Utama berencana fokus menyasar pasar produk berbahan dasar cair tahun ini. Group Head of Marketing Communications PT Sayap Mas Utama Aristo Kristandyo menjelaskan, tren pemakaian produk berbahan dasar cair tidak terjadi di detergen namun merambah hingga sabun mandi.

”Kebutuhan masyarakat untuk produk liquid semakin besar. Misalnya sabun mandi saja untuk liquid 20%, sedangkan sabun batangan hanya 7%,” jelasnya, Kamis (7/5).

PT Sayap Mas Utama adalah produsen customer goods yang juga anak usaha Wings Group. Salah satu produk cair buatannya adalah So Klin.

Product Manager So Klin Fabric, Joanna Elizabeth Samuel menjelaskan, konsumen dalam negeri lebih memilih menggunakan detergen cair dengan persentase 40,7%, dibanding produk yang berbahan dasar bubuk yang hanya 7,4%. ”Karena jaman lebih modern, sekarang pemakaian konsumen lebih ke liquid. Tren ini sudah berkembang 2010 di dalam negeri,” katanya.

Selain karena tren, Joanna mengatakan alasan konsumen memilih produk cair karena lebih efisiensi serta pengerjaannya yang lebih praktis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×