kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Pembangunan IKN Berpotensi Positif Bagi Bisnis, Begini Pandangan Sido Muncul (SIDO)


Kamis, 20 Januari 2022 / 20:14 WIB
ILUSTRASI. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk di Jakarta.


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mengungkapkan dukungan terhadap pembangunan ibu kota baru Nusantara (IKN) yang bertempat di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

David Hidayat, Direktur Utama SIDO mengatakan pembangunan Ibu kota baru pasti akan menggerakkan roda perekonomian, khususnya di sekitar Kalimantan.

"Saat ini, produk Sidomuncul saat ini sudah tersedia di sana. Dengan berkembangnya ekonomi di sana nantinya, jumlah penduduk akan bertambah dan tingkat konsumsi produk kita per orang diharapkan akan meningkat juga," tuturnya saat dihubungi Kontan, Kamis (20/1).

Baca Juga: Tahun 2022, Sido Muncul (SIDO) Pasang Target Konservatif

Mengenai rencana ekspansi bisnis ke ibu kota baru, SIDO mengatakan saat ini tidak terkendala dengan pengangkutan. Sehingga rencana untuk membangun pabrik obat dan produk Sidomuncul tidak perlu dilakukan di Kalimantan dan kegiatan suplai masih bisa dilakukan dari Pulau Jawa.

Namun demikian, David melanjutkan pihaknya tidak menutup kemungkinan untui memproduksi produk RTD Red Berry penambah stamina di Kalimantan agar lebih efisien.

 

"Jadi secara strategi penjualan dan menggaet pasar di sama, kami belum bisa membeberkan sekarang. Yang jelas, kami akan lebih fokus melakukan penetrasi penjualan di sana. Namun tidak menutup kemungkinan untuk produk RTD, handlingnya akan lebih efisien jika diproduksi di sana," sambungnya.

David meambahkan pula, hingga kini pihaknya belum menyiapkan investasi khusus untuk mengembangkan penetrasi bisnis di Kalimantan. Pihaknya menyebutkan, secara garis besar tahun ini masih akan bergerak secara konservatif. "Saat ini belum ada investasi khusus untuk di sana," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×