kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Pembeli apartemen di Kemang 60% investor


Selasa, 03 Mei 2016 / 13:10 WIB


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Apartemen Synthesis Residences Kemang, Jakarta, mulai memasuki tahap pembangunan fondasi. Pembangunan ini adalah tindak lanjut dari pembelian unit oleh konsumen yang sebagian besar merupakan investor.

"Apartemen ini 60 persen yang beli investor, karena end user (penghuni) masih menunggu," ujar Direktur Synthesis Residence Kemang Mandrowo Sapto kepada Kompas.com, di Jakarta, Senin (2/5/2016).

Ia mengatakan, para investor ini memang sengaja membeli di awal sebelum apartemen dibangun untuk mendapatkan harga murah.

Setelah apartemen selesai dibangun, harga unitnya akan meningkat dan investor mendapatkan keuntungan. Ada dua tujuan investor setelah membeli apartemen tersebut, yaitu menyewakannya atau menjualnya kembali.

Profil investor yang membeli Synthesis Residences juga dibagi menjadi dua jenis. Mandrowo menyebutkan, ada investor yang langsung membeli unit dalam jumlah banyak. Investor ini memiliki modal yang besar dan sudah terbiasa berinvestasi di apartemen.

Ada pula investor yang hanya membeli satu sampai dua unit. Mereka ini biasanya adalah orang-orang yang sudah memiliki rumah dan tengah mencoba untuk berinvestasi apartemen.

Synthesis Residence dirancang setinggi 33 lantai dan 36 lantai. Tipe unit di menara Nakula dan Sadewa dimulai dari 32 meter persegi hingga 107 meter persegi.

Rinciannya, tipe studio atau satu kamar tidur memiliki luasan 32 meter persegi, tipe dua kamar 50-73 meter persegi, dan tipe tiga kamar tidur seluas 102 hingga 107 meter persegi.

Unit-unit ini dipasarkan dengan harga Rp 33 juta per meter persegi. (Penulis: Arimbi Ramadhiani)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×