kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Pemerintah akan perkenalkan ISPO ke lima negara


Senin, 11 Mei 2015 / 16:32 WIB
Pemerintah akan perkenalkan ISPO ke lima negara
Sinopsis Drama Korea Tell Me That You Love Me, Jung Woo Sung Bertemu Shin Hyun Bin di Drama Korea Romantis.


Reporter: Mona Tobing | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pemerintah terus mempromosikan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) di pasar dunia. Lima negara rencananya bakal disambangi pemerintah untuk mengenalkan ISPO. Harapannya, ISPO tidak akan menggeser Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) yang saat ini gencar dipromosikan sebagai sertifkat yang diakui pasar ekspor.

Herdrajat Nata Wijaya, Direktur Tanaman Tahunan Ditjen Kementerian Pertanian (Kemtan) mengatakan, pemerintah terus mempromosikan ISPO yang telah memenuhi aspek legalitas, lingkungan dan kesehatan. Sehingga, sekalipun tanpa RSPO, minyak kelapa sawit asal Indonesia merupakan produk yang berkelanjutan.

Lima negara yang bakal disambangi pemerintah antara lain Jerman, Belanda, Belgium, Tiongkok dan India. "Tidak perlu takut bahwa ISPO tidak akan diterima pasar ekspor. Kami akan jelaskan bahwa produk Indonesia telah memenuhi syarat berkelanjutan," kata Hendrajat, Senin (11/5).

Setelah perusahaan perkebunan kelapa sawit, pemerintah juga akan massif menggerakkan petani swadaya kelapa sawit di Indonesia untuk turut mendaftarkan diri memperoleh ISPO. Kemtan telah menyediakan anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk anggaran ISPO petani swadaya. Hal ini tertuang Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) tentang ISPO yakni Permentan 11 tahun 2015.

Herdrajat mengatakan, ada tiga daerah yang telah menjadi percontohan untuk pemerintah menerapkan ISPO kepada petani. Pertama, di Riau, Kalimantan Barat dan Sulwesi Selatan.

Namun harus diakui, tidak mudah untuk memberikan sertifikat ISPO ke petani swadaya. Salah satunya yaitu terkait dengan legalitas hukum.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×