kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pengusaha sawit dukung penerapan ISPO


Selasa, 07 April 2015 / 13:53 WIB
ILUSTRASI. Uang kertas Yen Jepang terlihat dalam foto ilustrasi ini yang diambil 1 Juni 2017.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Mesti Sinaga

JAKARTA. Pengusaha perkebunan kelapa sawit menyatakan dukungannya terhadap penerapan Indonesian Sustainability Palm Oil (ISPO) atau sertifikasi kebun kelapa sawit ramah lingkungan.

Mereka juga mendesak agar sosialisasi ISPO dilakukan terus menerus di pasar internasional agar produk sawit Indonesia mendapat pengakuan dari pembeli internasional.

Menurut Teguh Patriawan, Wakil Ketua Komite Tetap Bidang Perkebunan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), pengusaha sawit memang harus mengikuti regulasi Indonesia dan regulasi ini diadopsi di dalam ISPO.  

"Jadi aneh apabila kebun sawit milik Indonesia, namun harus mengikuti ketentuan luar negeri,” ujar Teguh, Selasa (7/4).

Teguh menambahkan, memang ada usulan agar ISPO menjadi satu-satunya standar sustainability di Indonesia. Namun masalahnya, sebagian besar pembeli minyak sawit ada di luar negeri.  Dan di negara importir ada regulasi yang mengharuskan minyak sawit asal Indonesia mempunyai sertifikat International Sustainability.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×