kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.988   -10,00   -0,06%
  • IDX 6.122   -26,16   -0,43%
  • KOMPAS100 793   -5,23   -0,65%
  • LQ45 608   -3,65   -0,60%
  • ISSI 212   -0,09   -0,04%
  • IDX30 337   -1,94   -0,57%
  • IDXHIDIV20 427   -0,46   -0,11%
  • IDX80 91   -0,65   -0,71%
  • IDXV30 115   -0,40   -0,35%
  • IDXQ30 110   -0,10   -0,09%

Pemerintah berencana tugaskan Pertamina eksplorasi WK migas yang tidak laku dilelang


Kamis, 20 September 2018 / 18:51 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Febrina Ratna Iskana, Febrina Ratna Iskana | Editor: Handoyo

Namun penugasan kepada Pertamina ini barulah rencana. Pasalnya Djoko masih juga masih mempertimbangkan untuk diterbitkannya aturan sebagai landasan hukum penugasan kepada Pertamina. "Ini baru rencana ya. Nanti kami buat, apakah perlu dasar hukum, kalau perlu kami buat aturan menteri-nya," ujarnya.

Lebih Baik Joint Study

Sejauh ini, sudah ada satu WK migas yang dilelang dan belum ada peminatnya yaitu Blok Southeast Mahakam. Djoko menyebut akan menawarkannya kepada Pertamina.

Sebelumnya Djoko mengaku telah menawarkan 19 WK yang tidak laku dilelang pada awal 2018 lalu. Namun Pertamina kala itu lebih memilih opsi untuk melakukan joint study karena ingin memastikan potensi di wk migas tersebut.

Sayangnya, opsi joint study ini belum memuaskan bagi pemerintah karena jika melalui proses joint study maka pemerintah harus melakukan lelang WK migas tersebut.

Padahal menurut Pendiri Reforminer Institute, Pri Agung Rakhmanto, dengan melakukan joint study itu justru akan membantu semua pihak di dalam menggairahkan iklim investasi migas di tanah air.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×