kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.049   32,00   0,19%
  • IDX 7.048   -43,45   -0,61%
  • KOMPAS100 972   -4,90   -0,50%
  • LQ45 716   -1,68   -0,23%
  • ISSI 251   -1,25   -0,50%
  • IDX30 389   -0,10   -0,03%
  • IDXHIDIV20 487   -1,85   -0,38%
  • IDX80 110   -0,59   -0,54%
  • IDXV30 135   -0,95   -0,70%
  • IDXQ30 127   0,03   0,02%

Pemerintah Klaim Temukan Negara Pengganti Impor Minyak Mentah Selain Timur Tengah


Selasa, 31 Maret 2026 / 20:21 WIB
Pemerintah Klaim Temukan Negara Pengganti Impor Minyak Mentah Selain Timur Tengah
ILUSTRASI. Menteri ESDM Fokus Tertibkan Tambang Ilegal Usai Rapat Terbatas dengan Presiden Prabowo (KONTAN/Diki Mardiansyah)


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID. Pemerintah Indonesia telah menemukan sumber negara pengganti untuk impor minyak mentah (crude oil) selain dari Timur Tengah.

Hal ini disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers daring dari Seoul Korea Selatan, Selasa (31/3/2026) malam.

“Yang pertama, untuk menjamin pasokan BBM kita ada dua. Yang kena di Timur Tengah itu adalah crude-nya, sementara minyak jadinya (BBM) tidak dari Timur Tengah,” ungkap Bahlil.

Baca Juga: Harga BBM Subsidi Ditahan, Ekonom Soroti Risiko Tekanan Fiskal

Terkait pasokan LPG, Bahlil menyebut impor dari Timur Tengah hanya sekitar 20% dari total kebutuhan LPG Indonesia.

“Yang kedua soal LPG, berapa persen dari total kebutuhan kita dari Timur Tengah itu sekitar hanya 20 persen,” tambahnya.

Bahlil menegaskan bahwa negara pengganti untuk pasokan minyak mentah Indonesia telah ditemukan, meski ia tidak menyebutkan nama negara tersebut.

“Nah, ketika terjadi ketegangan di Timur Tengah, pemerintah atas arahan Bapak Presiden mencari sumber pasokan lain, dan Alhamdulilah sudah dapat pengganti dari Timur Tengah,” ujarnya.

Sementara untuk impor LPG, Indonesia menargetkan mayoritas pasokan berasal dari Amerika Serikat.

“Dan LPG kita dorong mengambil beberapa di negara non-Timur Tengah, terutama dari Amerika,” kata Bahlil.

Baca Juga: Pemerintah Klaim Cadangan BBM Nasional di Atas Standar Minimum

Selain itu, dengan beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Indonesia akan memproduksi sebagian BBM RON 90, 93, 95, dan 98 secara domestik.

“RDMP menghasilkan 5,6 juta kiloliter bensin dan kurang lebih 4,5 juta kiloliter solar. Jadi artinya, impor ke depan yang paling banyak adalah crude (minyak mentah), sementara BBM RON 90, 93, 95, 98 sebagian kita produksi dalam negeri dan sebagian kita impor dari negara Asia Tenggara,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×