kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.345.000 -0,88%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Penjualan telur infertil terkuak: Dijual setengah harga dan bahaya dikonsumsi


Rabu, 10 Juni 2020 / 11:48 WIB
Penjualan telur infertil terkuak: Dijual setengah harga dan bahaya dikonsumsi
ILUSTRASI. Ilustrasi telur infertil . ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Saat petugas terjun dan melakukan pengecekan, rupanya telur yang dijual adalah telur infertil.  

Telur disita, pedagang diperiksa

Merujuk peraturan, sanksi peringatan tertulis, penghentian kegiatan, hingga penghentian kegiatan usaha akan diberikan pada mereka yang kedapatan menjual telur infertil. Polres Tasikmalaya saat ini memeriksa pedagang penjual telur infertil. Penjual rupanya berasal dari luar daerah yang telah lama tinggal di Tasikmalaya. Sedangkan barang bukti telur infertil disita petugas dan ditarik dari pasaran.

Baca Juga: Harga telur anjlok tajam, ini biang keroknya menurut peternak

Bahaya mengonsumsi telur infertil

Tedi mengemukakan, mengonsumsi telur infertil berbahaya bagi kesehatan. "Jika dikonsumsi jelas mengganggu kesehatan," tutur dia.

Selain membahayakan kesehatan, dalam prosesnya, biasanya telur melalui penyemprotan dengan zat kimia. "Telur infertil dilarang dijual karena sebelum dijual disemprot zat kimia terlebih dahulu dan zat kimia itu juga berbahaya jika dikonsumsi. Kami meminta agar masyarakat harus lebih bijak membeli, terutama dilihat dulu fisiknya jika harus melakukan pembelian lebih baik lagi harga normal saja dibanding harga miring," ungkap dia.

Baca Juga: Bisnis peternak unggas di ujung tanduk

Sumber: Kompas.com
(Penulis : Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha | Editor : Aprillia Ika)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Fakta Terbongkarnya Penjualan Telur Infertil, Dijual Setengah Harga hingga Bahaya Mengonsumsinya"

Editor : Pythag Kurniati

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×