kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.110   58,00   0,34%
  • IDX 7.308   28,38   0,39%
  • KOMPAS100 1.009   3,07   0,31%
  • LQ45 734   0,28   0,04%
  • ISSI 264   3,48   1,33%
  • IDX30 393   -5,78   -1,45%
  • IDXHIDIV20 480   -6,76   -1,39%
  • IDX80 114   0,27   0,24%
  • IDXV30 133   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 127   -1,85   -1,43%

Perbedaan konglomerat zaman Soeharto dan saat ini


Jumat, 25 Oktober 2013 / 12:31 WIB
ILUSTRASI. P2P Lending


Reporter: Dyah Megasari |

JAKARTA. Apa yang menjadi perbedaan utama konglomerat dulu zaman Presiden Soeharto sebelum 1996 dan konglomerat saat ini? Ternyata mudah saja, jumlah aset mereka ternyata jauh lebih sedikit untuk konglomerat saat ini. Sementara aset perusahaan BUMN tumbuh luar biasa tinggi saat ini.

Demikian ungkap Dr. Yuri Sato, Dirjen IDE-Jetro yang juga ahli Indonesia itu, khusus kepada Tribunnews.com, Selasa  (24/10) sore.

"Lihat saja Pertamina dengan aset 600 triliun rupiah, PLN dengan aset 200 triliun rupiah. Sedangkan aset Salim Grup hanya 170 triliun rupiah, Sinar Mas Grup hanya 120 triliun rupiah dan mulai konglomerat peringkat ketiga ke bawah semua kurang dari 100 triliun rupiah," paparnya. Jadi beda aset cukup jauh dibandingkan BUMN Indonesia, tambahnya.

Saat ini separuh jumlah konglomerat dulu masih sama, separuhnya lagi sudah berubah dan menjadi pecah atau dibeli asing dan sebagainya.

"Satu konglomerat yang cukup besar dan kuat asetnya adalah kelompok Jarum yang memiliki bank cukup besar. Hal ini sangat penting karena di zaman dulu banyak konglomerat memiliki bank, bahkan satu konglomerat bisa punya dua atau tiga bank, sehingga asetnya cukup besar saat zaman Soeharto. Tidak seperti sekarang yang asetnya menjadi kecil karena mereka tidak lagi memiliki bank," ungkapnya lebih lanjut.

Tidak sedikit perusahaan Indonesia kini sudah dibeli kalangan asing menjadi PMA, bahkan Astra  pun sahamnya cukup banyak dimiliki kalangan asing saat ini. Meskipun demikian Sato melihat kemajuan ekonomi Indonesia cukup baik saat ini. Cuma saja proporsinya berubah dibandingkan zaman Soeharto dulu, terutama dari segi aset tersebut.

Dengan kemajuan ekonomi yang cukup baik tidak heran banyak perusahaan Jepang mengincar Indonesia sebagai tempat investasi saat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×