kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.110   58,00   0,34%
  • IDX 7.308   28,38   0,39%
  • KOMPAS100 1.009   3,07   0,31%
  • LQ45 734   0,28   0,04%
  • ISSI 264   3,48   1,33%
  • IDX30 393   -5,78   -1,45%
  • IDXHIDIV20 480   -6,76   -1,39%
  • IDX80 114   0,27   0,24%
  • IDXV30 133   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 127   -1,85   -1,43%

Pasar Otomotif RI Mulai Bergeser ke EV, Kemenperin: Merek Jepang Harus Adaptif


Kamis, 09 April 2026 / 16:48 WIB
Pasar Otomotif RI Mulai Bergeser ke EV, Kemenperin: Merek Jepang Harus Adaptif
ILUSTRASI. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (KONTAN/Diki Mardiansyah.)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyoroti dinamika persaingan industri otomotif nasional di tengah masuknya merek-merek mobil asal China yang semakin agresif mengisi pasar domestik. Di saat yang sama, sejumlah dealer merek Jepang dilaporkan tutup, seiring perubahan preferensi pasar. 

Dilaporkan, Dealer Honda Pondok Pinang di Jakarta Selatan tutup, menambah daftar dealer Honda yang berhenti beroperasi di tengah persaingan ketat industri otomotif.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai, kondisi ini menjadi tantangan bagi produsen otomotif Jepang untuk beradaptasi dengan perkembangan pasar di Indonesia.

Baca Juga: Kemenperin dan Pelaku Usaha Bahas Substitusi Bahan Baku Plastik dari Timteng

Menurut Agus, persaingan tersebut tidak lepas dari perubahan permintaan konsumen yang semakin mengarah pada kendaraan berbasis listrik. Oleh karena itu, produsen Jepang perlu membaca arah kebijakan pemerintah yang kini mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

“Semuanya ini kan berkaitan dengan market. Jadi dia harus bisa menyesuaikan apa yang menjadi keinginan market,” ujar Agus ditemui di Menara Kompas, Kamis (9/4/2026).

Politikus Golkar ini menuturkan, kebijakan pemerintah Indonesia saat ini tengah bertransformasi menuju penggunaan kendaraan listrik secara lebih masif. Hal ini sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Agus menyebut, dinamika geopolitik global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah, menjadi pelajaran penting bagi Indonesia untuk mempercepat transisi energi. Dalam konteks tersebut, sektor transportasi menjadi salah satu fokus utama.

Baca Juga: Kemenperin Godok Insentif Motor Listrik dengan Kemenkeu

“Produsen Jepang juga harus bisa mulai melihat, mulai membaca bahwa kebijakan kita akan lebih cepat shifting kepada penggunaan mobil-mobil berbasis EV,” jelasnya.

Lebih lanjut, pemerintah juga telah memberikan arahan agar ekosistem kendaraan listrik diperluas, tidak hanya untuk mobil penumpang, tetapi juga mencakup sepeda motor, truk, hingga bus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×