kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Peritel senang dengan rencana revisi aturan tentang waralaba


Rabu, 29 Agustus 2018 / 20:32 WIB
ILUSTRASI. Pameran Waralaba atau Franchise


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Handoyo

Asal tahu saja, PTSP baru saja mengenalkan brand baru asal Jepang yakni Sugakiya yang merupakan gerai ramen miliknya. Saat ini perusahaan baru memiliki satu gerai di Jakarta dan tengah melakukan pengembangan lanjutan. Kendati aturan relaksasi tersebut bakal berimbas baik, namun dirinya menyampaikan bahwa ekspansi harus mempertimbangkan banyak faktor.

“Untuk Sugakiya itu kan baru satu store jadi tidak ada issue, untuk gerai baru itu kami harus hati-hati tidak bisa sembarangan karena restoran itu salah satu yang penting itu lokasi,” lanjutnya.

Sutji Lantyka, Associate Director of Communication PT Rekso Nasional Food pemilik gerai McDonald’s Indonesia menyampaikan pihaknya akan mengikuti aturan yang dibuat pemerintah utamanya terkait dengan revisi Permendang mengenai waralaba. Pihaknya juga belum akan mengubah rencana ekspansi yang selama ini membangun 10-15 gerai setiap tahunnya.

“Pasti pada prinsipnya McD selalu patuh dan compliance dengan aturan pemerintah. Sementara ini kami masih tetap pada rencana ekspansi kami, belum ada rencana lain,” ujarnya.

Tak hanya gerai waralaba kuliner saja, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) menyampaikan bahwa pihaknya masih mempelajari menganai aturan tersebut. Namun untuk ekspansi perusahaan, manajemen selalu realistis untuk melihat potensi yang ada, tidak semata karena ada aturan yang mempermudah maka akan menggenjot ekspansi.

“Jika ditanya lebih ekspansif atau tidak, kami tetap melihat dan berpatokan pada potensi yang ada. Ekspansif tetapi potensi sales jelek ya kami akan rem,” ujar Arif L Nursandi, Regional Corporate Communications Manager MIDI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×