kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.024.000   -25.000   -0,82%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

Peritel Targetkan Transaksi BINA Lebaran 2026 Capai Rp 53 Triliun


Jumat, 06 Maret 2026 / 20:19 WIB
Peritel Targetkan Transaksi BINA Lebaran 2026 Capai Rp 53 Triliun


Reporter: Leni Wandira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku ritel optimistis momentum Ramadan dan Lebaran tahun ini dapat mendorong konsumsi domestik melalui program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026. 

Pemerintah menargetkan transaksi dalam program tersebut mencapai Rp 53 triliun sepanjang periode penyelenggaraan.

Program BINA Lebaran 2026 berlangsung pada 6–30 Maret 2026 dan melibatkan lebih dari 400 pusat perbelanjaan di berbagai daerah. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya mendorong konsumsi masyarakat di tengah momentum Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Baca Juga: Ini Strategi Trisula International (TRIS) Capai Target Pertumbuhan Kinerja pada 2026

Ketua Umum Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah, mengatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat konsumsi domestik melalui kolaborasi antara peritel, pusat perbelanjaan, dan pemerintah.

Menurutnya, BINA Lebaran melibatkan sekitar 800 merek dengan lebih dari 80.000 toko yang menjual beragam produk mulai dari makanan dan minuman, fesyen, hingga elektronik.

“Program Belanja di Indonesia Aja ini memang kita kuat untuk memperkuat perekonomian di dalam negeri. Jadi dengan situasi global saat ini, kita ingin memperkuat konsumsi domestik,” ujarnya dalam peluncuran program di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Budihardjo menambahkan, pelaku ritel telah menyiapkan berbagai promosi untuk menarik minat belanja masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Lebaran, termasuk diskon, program midnight sale, hingga promosi khusus di berbagai kategori produk.

Namun demikian, ia mengakui sejumlah peritel masih menghadapi tantangan pada pasokan barang impor yang mengalami keterlambatan.

“Untuk produk impor memang ada beberapa yang agak terlambat masuk, sehingga sedikit mengganggu penjualan di mal,” katanya.

Dari sisi pusat perbelanjaan, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, mengatakan sebanyak 414 pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia akan berpartisipasi dalam program BINA Lebaran tahun ini.

Baca Juga: PLN Ungkap Ketahanan Bahan Bakar PLTU Tanjung Jati B dan PLTU Batang di Atas 10 Hari

Menurut Alphonzus, tren kunjungan ke pusat perbelanjaan mulai meningkat sejak awal Ramadan dan diperkirakan terus berlanjut hingga menjelang Lebaran.

“Tingkat kunjungan sampai saat ini terpantau mengalami kenaikan kurang lebih 10% sampai 15% dan kami prediksi akan terus bertahan sampai setelah Idul Fitri,” ujarnya.

Ia memperkirakan puncak aktivitas belanja akan terjadi dalam dua pekan menjelang Lebaran, terutama pada akhir pekan ketika masyarakat mulai mempersiapkan kebutuhan mudik dan hari raya.

Sementara itu, Direktur The Foodhall, Lenny Tjandra, menyatakan dukungan pelaku ritel terhadap program BINA Lebaran melalui berbagai program promosi dan diskon yang ditawarkan kepada konsumen.

Ia mengatakan momentum Ramadan dan Idul Fitri selalu menjadi periode penting bagi sektor ritel karena meningkatnya aktivitas belanja masyarakat.

“Kami menghadirkan berbagai program dan diskon untuk menarik minat belanja selama Ramadan hingga Lebaran, sekaligus memastikan ketersediaan stok agar masyarakat dapat berbelanja dengan nyaman,” katanya.

Pemerintah menilai program ini dapat menjadi salah satu pendorong konsumsi rumah tangga pada kuartal pertama 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan target transaksi BINA Lebaran tahun ini mencapai Rp53 triliun, meningkat sekitar 20% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami berharap momentum ini bisa mendorong konsumsi dalam negeri dan memperkuat pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama,” ujarnya.

Baca Juga: Pemenang Tender Waste To Energy Diumumkan, Pengamat Ingatkan Risiko Fiskal

Menurut Airlangga, peningkatan konsumsi selama Ramadan diharapkan dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 hingga mencapai 5,5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×