kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Permintaan Kapal Melampaui Kapasitas, Samudera Indonesia (SMDR) Siapkan 9 Kapal Baru


Jumat, 30 Oktober 2026 / 19:43 WIB
Permintaan Kapal Melampaui Kapasitas, Samudera Indonesia (SMDR) Siapkan 9 Kapal Baru
ILUSTRASI. Samudera Indonesia (SMDR) Siap Perluas Jaringan Bisnis Logistik (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) optimistis dapat menutup tahun 2026 dengan kinerja positif. Optimisme tersebut ditopang permintaan jasa angkutan yang masih tinggi, bahkan disebut telah melampaui kapasitas armada yang dimiliki perusahaan.

Hingga kuartal III-2026, SMDR membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 50,9 juta atau setara Rp 923,6 miliar, dengan asumsi kurs Rp 18.147 per dollar AS. Angka tersebut meningkat 18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 43,08 juta.

Direktur Utama Samudera Indonesia Bani Maulana Mulia mengatakan, realisasi kinerja perusahan hingga September 2026 berjalan lebih baik dibandingkan perencanaan awal. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar optimisme perusahaan untuk mempertahankan kinerja hingga akhir tahun.

Baca Juga: Industri Manufaktur RI Masih Dibayangi Tekanan Impor

"Bottom line atau laba bersih di pemilik entitas induk adalah US$ 50,9 juta, atau 18% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun 2025 yang lalu," kata Bani dalam paparannya, Jumat (30/10/2026).

Selain laba bersih, pendapatan SMDR juga meningkat. Hingga September 2026, perusahaan ini membukukan pendapatan sebesar US$ 647,4 juta, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 571,55 juta. Sementara itu, laba per saham atau earnings per share (EPS) tercatat Rp 54,1 per saham.

Bani menilai, industri pelayaran masih menunjukkan ketahanan di tengah berbagai gangguan geopolitik global dan hambatan operasional. Menurut dia, kondisi tersebut belum menghambat aktivitas bisnis perusahaan, tercermin dari volume angkutan yang tetap terjaga.

"Industri pelayaran di tahun 2026 ini sudah terbukti tetap resilient. Meskipun banyak gangguan dan kejadian geopolitik global, hal tersebut tidak membuat bisnis kami menurun," ujarnya.

Ia menambahkan, permintaan terhadap kapasitas angkutan kapal masih tinggi. Bahkan, kebutuhan pasar saat ini dinilai telah melampaui kapasitas armada yang tersedia, sehingga perusahaan melihat peluang untuk menambah kapal.

"Permintaan terhadap pengisian kapasitas kapal tetap tinggi. Bahkan sebenarnya kami membutuhkan kapal-kapal tambahan," kata Bani.

Baca Juga: KG Media dan PT Shan Hai Map Jalin Kemitraan Strategis

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, SMDR tengah menjalankan rencana penambahan armada. Perusahaan ini telah menandatangani kontrak pembangunan lima kapal baru di galangan kapal China. Armada tersebut terdiri dari tiga kapal kontainer dan dua kapal tanker kimia (chemical tanker).

Kelima kapal tersebut direncanakan untuk mendukung kegiatan operasional di Indonesia maupun pasar internasional. Pengiriman kapal akan dilakukan secara bertahap mulai 2027 hingga 2028 dan tahun-tahun berikutnya.

Selain lima kapal yang telah dikontrak, SMDR juga sedang memfinalisasi pemesanan empat kapal tambahan. Dua unit di antaranya tengah dalam proses negosiasi dengan galangan kapal di China, sementara dua unit lainnya direncanakan dibangun di Jepang.

Dengan demikian, terdapat sembilan kapal baru yang masuk dalam rencana pengembangan armada perusahaan. Penambahan tersebut diharapkan dapat mendukung kapasitas layanan SMDR dalam mengantisipasi permintaan angkutan yang masih tinggi.

Di sisi lain, belanja modal atau capital expenditure (capex) perusahaan juga diarahkan untuk pengembangan fasilitas pelabuhan. Salah satu penggunaan utama capex adalah pengadaan peralatan kerja untuk Terminal Peti Kemas Patimban Global Gateway Terminal di Jawa Barat, yang dioperasikan SMDR bersama mitra.

Baca Juga: Mark Dynamics (MARK) Ekspansi Bisnis Sanitari, Laba Naik 42,2% hingga September 2026

Bani mengatakan, peralatan baru untuk terminal tersebut dijadwalkan segera tiba dari China. Peralatan berupa container crane dan rubber tyred gantry (RTG) crane tersebut akan dipasang untuk mendukung peningkatan produktivitas terminal.

Menurut dia, perkembangan operasional dan permintaan pelanggan di Terminal Patimban sejauh ini juga lebih cepat dibandingkan perencanaan awal. Meski demikian, pertumbuhan aktivitas di terminal baru tersebut berlangsung secara bertahap.

Selain Indonesia, SMDR terus mengembangkan jaringan layanan internasional. Saat ini, perusahaan ini memiliki jaringan operasional di 28 negara, melayani hampir 59 pelabuhan, serta mengoperasikan sekitar 40 layanan berkala.

Di Eropa, SMDR melayani tujuh negara dengan Rotterdam, Belanda, sebagai hub. Perusahaan ini juga mengoperasikan layanan di Amerika Latin, khususnya Argentina dan Brasil, serta mempertahankan konektivitas pelayaran yang menghubungkan Jepang, Korea Selatan, dan China.

Perusahaan turut menyesuaikan operasional di kawasan Timur Tengah menyusul kondisi geopolitik. Setelah sempat menghentikan layanan pada awal tahun, SMDR kembali menjalankan layanan ke kawasan tersebut dengan memanfaatkan pelabuhan di sisi timur Uni Emirat Arab (UEA), sehingga tidak perlu melintasi Selat Hormuz.

SMDR juga mengembangkan layanan baru yang menghubungkan Pelabuhan Sokhna di Mesir dengan sejumlah pelabuhan di India. Meski memperluas jaringan internasional, Bani menegaskan Indonesia dan Asia Tenggara tetap menjadi pasar utama yang berkontribusi besar terhadap bisnis perusahaan.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp 18.100, APINDO Minta Insentif Hedging untuk Industri Padat Karya

Dengan permintaan angkutan yang masih kuat dan pengembangan armada serta infrastruktur pelabuhan, SMDR berharap dapat menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir 2026. Perusahaan juga menyatakan optimistis terhadap prospek bisnis pada 2027, meski tetap menerapkan pendekatan yang berhati-hati.

"Kami tetap optimistis dengan tahun 2027, walaupun selalu cautiously optimistic. Kami tetap berhati-hati dan konservatif dalam pemikiran," pungkas Bani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×