kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 -1,49%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pertamina Buka Opsi Duet dengan Petronas Berlanjut di Proyek Migas Lain


Rabu, 02 Agustus 2023 / 18:06 WIB
Pertamina Buka Opsi Duet dengan Petronas Berlanjut di Proyek Migas Lain
ILUSTRASI. Duet PT Pertamina dan perusahaan migas asal Malaysia, Petronas dikabarkan bakal makin mesra ke depannya.


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah masuk ke Blok Masela bersama-sama, duet PT Pertamina dan perusahaan migas asal Malaysia, Petroliam Nasional Berhad (Petronas) dikabarkan bakal makin mesra ke depannya. 

VP Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menyatakan, pihaknya membuka peluang untuk segala jenis kerjasama yang menguntungkan. 

“Namun saat ini kita sedang fokus dengan yang akan berjalan sekarang ini yaitu mengelola Blok Masela,” ujarnya kepada Kontan.co.id Rabu (2/8). 

Ekonom Energi sekaligus pendiri ReforMiner Institute, Pri Agung Rakhmanto menyatakan, duet Pertamina Petronas di Blok Masela akan tergantung pada bagaimana kedua perusahaan itu melihat prospek dan pasar dari produksi gas di Masela nantinya. 

Baca Juga: Ini Kata Petronas Soal Potensi Migas di Indonesia Bagian Timur

“Jadi, ini baru tahap awal. Tahap selanjutnya, kita masih perlu  wait and see melihat bagaimana Pertamina dan Petronas mengalokasikan investainya di Blok Masela,” ujarnya saat dihubungi terpisah. 

Adapun kedekatan Indonesia dan Petronas akan terus berlanjut untuk menjajaki proyek migas lain di masa yang akan datang. 

Pri Agung bilang, kedekatan keduanya juga menjadi salah satu peluang bagi Indonesia untuk bersama-sama melakukan eksplorasi di Indonesia Timur maupun kegiatan CCS/CCUS. 

“Pada dasarnya sepanjang strategi dan proyek hulu migas tersebut masuk dalam hitungan portofolio mereka, kedua perusahaan itu akan sama-sama mencari potensi Indonesia Timur,” ujarnya saat dihubungi terpisah. 

Hal ini wajar dilakukan Petronas karena sejatinya perusahaan migas asal Malaysia tersebut juga memiliki operasi lain di Indonesia saat ini. 

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji menyatakan, saat ini Pertamina dan Petronas bersama-sama melakukan studi bersama (join study) cekungan Pulau Seram di Maluku. 

“Sekarang sedang dikaji Petronas bersama dengan Pertamina nanti prosesnya biasa kalau join study setelah selesai kita tawarkan lelang,” ujar Tutuka ditemui di sela agenda IPA Convex 2023 di ICE BSD Tangerang, Rabu (26/7). 

Tutuka menyebut, potensi migas di Cekungan Seram disinyalir cukup besar. Namun untuk angka lebih detail diakuinya harus dikaji lebih jauh terlebih dahulu. 

Sejatinya, Pertamina dan Petronas sama-sama melihat prospek migas yang potensial di Indonesia Timur. 

CEO Petronas Indonesia, Yuzaini Bin Md Yusof menjelaskan masih sedikit kegiatan eksplorasi di timur Indonesia. Maka itu perlu dieksplorasi lebih banyak lagi. 

“Dan ini menjadi salah satu peluang yang sangat penting bagi kita semua untuk melakukan banyak eksplorasi di kawasan ini,” jelasnya dalam IPA Convex 2023 pada sesi Special Topics “Capture High Potential Untapped Resources and Build a Competitive O&G Portofolio, Kamis (27/7). 

Mengutip data IHS 2023, Yuzaini menjelaskan, jumlah pemboran eksplorasi di Indonesia Timur masih jauh lebih sedikit dibandingkan Indonesia Barat. Namun secara volume, temuan cadangan migas di Indonesia bagian Timur lebih besar. 

Salah satu penemuan cadangan migas teranyar yang dilakukan Petronas ialah di Lapangan Hidayah yang merupakan bagian dari Wilayah Kerja North Madura II.  Di proyek ini Petronas Carigali North Madura II telah mengantongi rencana pengembangan lapangan pertama atau PoD I sejak awal tahun 2023. 

Adapun Pertamina terus melakukan survey seismik untuk mengetahui potensi migas di Indonesia Timur. 

Baca Juga: Ini Kata Bos Petronas Soal Keputusan Masuk ke Blok Masela

Direktur Eksplorasi Pertamina Hulu Energi, Muharram Jaya Penguriseng menyatakan saat ini masih ada sekitar 6 blok migas lagi yang sedang dalam proses evaluasi oleh PHE. 

“Termasuk survey dilakukan di Papua di Arafuru, Pulau Seram, kemudian di Sulawesi Bagian Timur juga. Ini adalah survey yang kita lakukan terhadap cekungan,” ujarnya. 

PHE menjelaskan, hingga saat ini masih banyak wilayah di Indonesia yang belum disentuh untuk disurvey lebih lanjut. Misalnya saja daerah di Sulawesi Utara dekat dengan Filipina. 

Muharram bilang, pihaknya perlahan-lahan akan melakukan survey ke sana dengan tetap memperhatikan keseimbangan keekonomian. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×