kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Pertamina Catat Pendapatan Rata-rata Tumbuh 15% dalam 3 Tahun


Kamis, 20 Februari 2025 / 13:44 WIB
Pertamina Catat Pendapatan Rata-rata Tumbuh 15% dalam 3 Tahun
ILUSTRASI. PT Pertamina (Persero) mencatat kinerja keuangan dengan rata-rata pertumbuhan pendapatan sebesar 15% selama periode 2021-2023.


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina (Persero) mencatat kinerja keuangan dengan rata-rata pertumbuhan pendapatan sebesar 15% selama periode 2021-2023.

Wakil Direktur Utama Pertamina Wiko Migantoro mengungkapkan pada 2023 pendapatan perusahaan mencapai US$ 75,8 miliar atau sekitar Rp 1.237 triliun (asumsi kurs Rp 16.330 per dolar AS).

"Organisasi kita sekarang ini mengelola aset dengan nilai sekitar US$ 90 miliar dan revenue sesuai dengan data yang kita miliki pada akhir tahun 2024 (di data 2023) US$ 75 miliar dolar dan capex yang kita spending US$ 7 miliar dolar," kata Wiko dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (20/2).

Sebelumnya, pada 2022, pendapatan Pertamina mencapai rekor tertinggi sebesar US$ 84,9 miliar. Kenaikan ini didorong oleh harga minyak dunia yang saat itu mencapai US$ 97 per barel. Sementara pada 2021, pendapatan Pertamina tercatat sebesar US$ 57,5 miliar atau sekitar Rp 939 triliun.

Baca Juga: Naik 24%, Pertamina Targetkan Produksi Minyak 416 Ribu Barel pada 2025

Selain pertumbuhan pendapatan, parameter kinerja lainnya juga menunjukkan peningkatan. EBITDA Pertamina pada akhir 2023 tercatat mencapai US$ 14,4 miliar, sementara laba bersih (net profit after tax/NPAT) bertumbuh hingga mencapai US$ 4,4 miliar pada tahun tersebut.

"EBITDA terus tumbuh, pada akhir 2023 mencapai US$ 14,4 miliar. Laba bersih juga mengalami peningkatan, dengan capaian US$ 4,4 miliar," tambah Wiko.

Di sektor hulu, Pertamina mencatat pertumbuhan produksi migas sebesar 8% selama tiga tahun terakhir (2021-2023). 

Baca Juga: PEP Prabumulih Field Sumbang Pendapatan US$ 348 Juta ke Pertamina

Pertamina juga berhasil mencapai tonggak sejarah baru dalam pengelolaan subholding hulu, dengan produksi minyak dan gas menembus angka 1 juta barel setara minyak per hari. 

Capaian ini terutama didukung oleh lapangan migas baru di Blok Rokan serta aset-aset perusahaan di luar negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×