kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.049   32,00   0,19%
  • IDX 7.048   -43,45   -0,61%
  • KOMPAS100 972   -4,90   -0,50%
  • LQ45 716   -1,68   -0,23%
  • ISSI 251   -1,25   -0,50%
  • IDX30 389   -0,10   -0,03%
  • IDXHIDIV20 487   -1,85   -0,38%
  • IDX80 110   -0,59   -0,54%
  • IDXV30 135   -0,95   -0,70%
  • IDXQ30 127   0,03   0,02%

Pertamina dan ESDM Siapkan Aplikasi Khusus untuk Sub-Pangkalan LPG 3 Kg


Kamis, 08 Mei 2025 / 10:02 WIB
Pertamina dan ESDM Siapkan Aplikasi Khusus untuk Sub-Pangkalan LPG 3 Kg
ILUSTRASI. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Pertamina Patra Niaga (PPN) tengah menyiapkan aplikasi khusus untuk pendataan sub-pangkalan LPG subsidi 3 kg. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Pertamina Patra Niaga (PPN) tengah menyiapkan aplikasi khusus untuk pendataan sub-pangkalan LPG subsidi 3 kg.

Asal tahu saja, istilah sub-pangkalan pertama kali diperkenalkan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebagai bagian dari upaya menertibkan distribusi dan harga LPG subsidi.

Baca Juga: Pertamina Hulu Energi (PHE) Jajaki Potensi Produksi LPG dari Lapangan Migas

Langkah ini diambil untuk memastikan harga jual LPG 3 kg ke masyarakat tidak jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET) di pangkalan resmi yang dipatok Rp 16.000 per tabung.

“Ini untuk memastikan pangkalan dan sub-pangkalan menjalankan misi pemerintah agar rakyat mendapatkan LPG dengan harga terjangkau,” kata Bahlil, Selasa (4/2) lalu.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari mengatakan, aplikasi sub-pangkalan sedang dikembangkan bersama Kementerian ESDM.

“Bersama Kementerian ESDM sedang disiapkan aplikasi khusus untuk sub-pangkalan,” ujar Heppy dalam temu media, Rabu (7/5).

Ia menjelaskan, aplikasi ini berbeda dari aplikasi Merchandise Application Pertamina (MAP) yang selama ini mencatat transaksi di pangkalan resmi.

Baca Juga: Jurus Pemerintah Tekan Tarif, RI Bakal Kerek Impor LPG dari AS hingga 85%

“Sistemnya hampir sama dengan MAP, tapi akan lebih sederhana,” ungkapnya.

Meski begitu, Heppy belum dapat memastikan kapan aplikasi tersebut akan diluncurkan. Ia menekankan bahwa pengangkatan sub-pangkalan bertujuan untuk pemerataan distribusi dan memastikan penyaluran subsidi lebih tepat sasaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×