kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45845,50   -13,12   -1.53%
  • EMAS1.347.000 1,05%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pertamina Hulu Rokan (PHR) Manfaatkan PLTS Terbesar untuk Operasional Bisnis


Selasa, 28 Mei 2024 / 19:50 WIB
Pertamina Hulu Rokan (PHR) Manfaatkan PLTS Terbesar untuk Operasional Bisnis
ILUSTRASI. Pertamina Hulu Rokan (PHR) memanfaatkan PLTS terbesar di Indonesia untuk mendukung operasional bisnisnya.


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), salah satu anak usaha subholding upstream PT Pertamina (Persero) memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terbesar di Indonesia untuk mendukung operasional bisnisnya.

Sebanyak 64 ribu panel surya akan terbentang di 28 hektare area PHR, sebagai komitmen Pertamina Group dalam mengurangi emisi dan pemanfaatan energi baru terbarukan.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan, pembangunan PLTS tersebut merupakan kolaborasi dari subholding Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) dan subholding upstream Pertamina Hulu Energi. PLTS berkapasitas 25 Megawatt Peak (MWp) ini berada di area operasi migas PHR yang meliputi Rumbai, Duri, dan Dumai.

Ia menerangkan, Pertamina mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan terutama untuk bisnis eksistingnya. Salah satunya, melalui solar panel di kompleks PHR yang menjadi PLTS terbesar di Indonesia saat ini.

“PLTS tersebut akan mendukung operasional di wilayah kerja Rokan, sebagai salah satu showcase penggunaan energi bersih dan ramah lingkungan, yang juga memiliki manfaat dalam mendorong optimalisasi bisnis,” kata Fadjar dalam keterangan resmi, Selasa (28/5).

Baca Juga: Lifting Migas 2025 Diperkirakan Turun Jadi 580.000 Bph, Ini Penyebabnya

Lebih lanjut, Fadjar mengungkapkan metode yang digunakan adalah membangun PLTS di atas tanah (ground mounted) dan pemasangan panel surya di atas atap (rooftop). Energi yang ditangkap pada panel surya tersebut kemudian diubah melalui inverter sehingga energi listriknya dapat dimanfaatkan di WK Rokan.

Karena bersifat ramah lingkungan, pada jangka panjang, PLTS ini akan menghasilkan penurunan emisi hingga 23 ribu ton CO2 per tahun dan pengurangan pemakaian bahan bakar gas sebesar 352 jutaan metrik standar kaki kubik (MMSCF) per tahun.

"Penggunaan energi ramah lingkungan ini berpotensi menghasilkan efisiensi hingga US$4,3 juta per tahun," ujar Fadjar.

Fadjar menambahkan, PLTS 25 MWp ini merupakan tahap pertama. Pertamina akan melanjutkan pembangunan PLTS Rokan pada tahap kedua, yang direncanakan hingga 200 MWp. PLTS tersebut kini beroperasi dalam mendukung ketahanan energi bagi Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×