kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pertamina meraih 16 Proper Emas dari KLHK


Selasa, 15 Desember 2020 / 09:04 WIB
Pertamina meraih 16 Proper Emas dari KLHK
ILUSTRASI. Penghargaan Proper diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya Bakar


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina (Persero) meraih 16 penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (Proper) Emas 2020 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 

Ke-16, penerima Proper Emas 2020 di Lingkungan Pertamina Grup yaitu PT Pertamina EP Subang Field, PT Pertamina Hulu Energi - Jambi Merang, PT Pertamina Hulu Energi – WMO, JOB Pertamina – Medco Energi  Tomori Sulawesi, PT Pertamina EP Asset 1 - Rantau Field, PT Badak LNG, PT Pertamina (Persero) RU VI Kilang Balongan, PT Pertamina (Persero) RU IV Kilang Cilacap.

Selanjutnya ada PT Pertamina RU II – Sei Pakning, PT Pertamina Geothermal Energi - Are Kamojang , PT Pertamina MOR IV Fuel terminal Boyolali, PT Pertamina MOR IV Fuel Maos, PT Pertamina MOR IV Fuel Terminal Rewulu, PT Pertamina MOR V Fuel Terminal Tanjung Wangi, PT Pertamina EP Asset 3 Tambun Field dan PT Pertamina Gas Area Jawa Bagian Timur. 

Selain itu, Pertamina melalui PT Polytama Propindo yang merupakan anak perusahaan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), menjadi satu-satunya penerima Proper Emas 2020 untuk kategori Petrokimia. TPPI merupakan perusahaan yang berhasil diakuisisi Pertamina pada akhir tahun 2019 dan disiapkan untuk pengembangan bisnis petrokimia di masa depan.

Baca Juga: Pembangkit listrik PLN meraih empat Proper Emas dari KLHK

Penghargaan Proper diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya Bakar kepada Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati pada acara Anugerah Lingkungan Proper yang berlangsung di Auditorium Manggala Wanabakti, Jakarta pada Senin (14/12).

Dalam sambutannya, Siti Nurbaya menyatakan Proper 2020 dilaksanakan pada masa pandemi Covid-19, yang merupakan fenomena black swan event, sebagai kejadian tidak terduga yang melampaui kondisi normal dan memberi dampak yang besar. Karena itulah, KLHK dalam penilaian Proper tahun ini menambahkan kriteria sensitivitas dan daya tanggap perusahaan terhadap perencanaan dalam aspek pemberdayaan masyarakat. 

“Kriteria ini pada dasarnya meminta komitmen perusahaan untuk memberikan perlindungan kepada karyawan, sehingga tidak serta merta melakukan pemutusan hubungan kerja. Dunia usaha juga didorong untuk meningkatkan kemitraan dengan instansi pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat, perguruan tinggi serta lembaga internasional untuk menangani bencana,” ujar Siti Nurbaya sebagaimana yang dilansir dalam siaran pers, Selasa (15/12). 

Siti Nurbaya menambahkan, hasil evaluasi Proper 2020 menunjukkan, meskipun dalam masa pandemi Covid-19 kinerja perusahaan masih bisa dipertahankan serta tingkat ketaatan kepada lingkungan hidup juga meningkat dari 85% pada tahun 2019 menjadi 88% pada tahun 2020. 

“Kreativitas dan inovasi perusahaan ternyata tidak terhalang oleh bencana covid, tercatat 806 inovasi yang dihasilkan perusahaan, meningkat 2% dari tahun 2019. Inovasi ini telah menghasilkan penghematan energi, air dan pengurangan efek gas rumah kaca,” imbuh Situ Nurbaya.

Baca Juga: Blok Rokan banyak peminat, Pertamina: Masih kami review partner yang sudah mengajukan

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan Pertamina menyambut positif kegiatan Proper oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).  Dengan adanya Proper tersebut, maka penilaian kinerja pengelolaan lingkungan suatu perusahaan lebih terukur, objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, keikutsertaan Pertamina akan memberikan manfaat positif dalam pengembangan bisnis ke depan dan kepercayaan stakeholder. Proper juga akan membimbing perusahaan dalam memenuhi ketaatan terhadap peraturan perundang-undanganan.

Pencapaian ini juga kian memperkuat komitmen Pertamina untuk memastikan keberlanjutan bisnis perusahaan dalam jangka Panjang. Hal ini juga sejalan dengan penerapan Environment Social & Governance (ESG) dan Sustainability Development Goals (SDGs).

“Proper ini selaras dengan komitmen Pertamina untuk menjaga keseimbangan antara kinerja ekonomi, kelestarian alam, lingkungan dan masyarakat untuk mencapai pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Ini energi peduli kami,” ujar Fajriyah.

Fajriyah menuturkan, tingkat kepatuhan Pertamina dan unit operasi pada sosial dan lingkungan terlihat pada kesertaan selama tiga tahun terakhir. Pada tahun 2017, Pertamina meraih 11 dari 19 Proper Emas. Lalu pada tahun 2018, Pertamina memperoleh 14 dari 20 Proper Emas. Sedangkan tahun 2019, memperoleh 13 dari 26 Proper Emas.  

Baca Juga: Pemerintah melarang kerumunan dan perayaan tahun baru di tempat umum

Selain memperoleh 16 Proper Emas pada tahun 2020, peringkat Proper Hijau diperoleh di 76 lokasi Unit Operasi/Anak Perusahaan Pertamina atau 45% dari jumlah penerima Proper Hijau Nasional. “Pencapaian tersebut menandakan Pertamina telah konsisten menunjukkan keunggulan lingkungan dalam proses produksi dan jasa serta melaksanakan bisnis yang beretika dan bertanggung jawab terhadap masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan,” ungkap dia.

Dia menambahkan, Pertamina juga telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan dalam peraturan (beyond compliance) melalui pelaksanaan sistem pengelolaan lingkungan dan memanfaatkan sumber daya secara efisien serta melaksanakan tanggung jawab sosial dengan baik. 

“Pertamina juga senantiasa ikut serta dalam mendukung pencapaian Perjanjian Paris terkait komitmen pengurangan emisi GRK paling sedikit 29% pada tahun 2030 melalui beberapa program seperti pemanfaatan biofuel, pengembangan pembangkit panas bumi, dan energi terbarukan lainnya,” tandas Fajriyah.

Baca Juga: Jadi proyek strategis nasional (PSN), Pertamina kebut pembangunan proyek kilang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×