kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Perusahaan Anthony Salim incar Philippine Airlines


Selasa, 07 Februari 2012 / 17:20 WIB
ILUSTRASI. Kurs dollar-rupiah di BNI hari ini Kamis 18 Februari, periksa sebelum tukar valas./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/17/07/2020


Reporter: Ragil Nugroho | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. First Pasific Company Ltd, perusahaan berbasis di Hongkong, berencana mengakuisisi maskapai Filipina, Philippine Airlines (PAL). Anak usaha milik miliarder Indonesia, Anthony Salim ini, sudah mengajukan tawaran US$ 700 juta atau sekitar Rp 6,29 triliun.

Hal tersebut disampaikan Manny Pangilinan, chief executive officer (CEO) First Pacific. "Kami sudah mengajukan tawaran senilai US$ 700 juta untuk PAL dan anak usahanya, Air Phil," ujarnya seperti yang dikutip forbes.com, kemarin.

Forbes memperkirakan, langkah First Pasific mengakuisisi PAL akan membutuhkan upaya ekstra besar. Sebab, PAL juga diminati oleh San Miguel Corp, perusahaan makanan dan minuman asal Filipina.

PAL merupakan perusahaan maskapai penerbangan milik miliarder Filipina, Lucio Tan, yang terpaksa dijual karena tidak kuat menanggung biaya operasional yang makin membengkak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×