Reporter: Agung Hidayat | Editor: Noverius Laoli
Sedangkan terkait konsumsi dalam negeri, Gapki mencatat pada Januari-April 2020 konsumsi mencapai 5,93 juta ton, lebih tinggi 6,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh adanya implementasi B30.
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diduga turut menyebabkan konsumsi untuk keperluan pangan naik 4 ribu ton di bulan April 2020 dibandingkan Maret 2020 menjadi 725 ribu ton.
Baca Juga: Fundamental CPO Masih Rapuh Meski Harga Naik ke RM 2.000
Sedangkan, konsumsi oleokimia naik 11 ribu ton secara bulanan, menjadi 115 ribu ton di bulan April 2020 dengan seiring meningkatnya pemakaian hand sanitizer dan sabun.
Besarnya konsumsi dalam negeri berpeluang mengerek porsi penjualan domestik, namun menurut Tofan kontribusinya tidak banyak berubah kemungkinan dikisaran 30% dengan mayoritas 70% diisi oleh pasar ekspor.
Sebab empat pasar produk ekspor sawit Indonesia akan selalu sama yaitu China, India, Uni Eropa, dan Pakistan yang juga akan terus bertumbuh permintaannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News