kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Perusahaan sawit berupaya terus mendorong ekspor CPO


Kamis, 11 Juni 2020 / 16:41 WIB
ILUSTRASI. Harga CPO Naik: Pekerja mengangkut kelapa sawit di Bogor, Jum'at (22/5). Sepanjang minggu ini, harga CPO di bursa Malaysia melonjak 3,64%. Namun masih terjadinya pandemi Covid-19 dapat membuat permintaan melambat hingga harga kembali menurun. KONTAN/Baiha


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Noverius Laoli

Sedangkan terkait konsumsi dalam negeri, Gapki mencatat pada Januari-April 2020 konsumsi mencapai 5,93 juta ton, lebih tinggi 6,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh adanya implementasi B30.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diduga turut menyebabkan konsumsi untuk keperluan pangan naik 4 ribu ton di bulan April 2020 dibandingkan Maret 2020 menjadi 725 ribu ton.

Baca Juga: Fundamental CPO Masih Rapuh Meski Harga Naik ke RM 2.000

Sedangkan, konsumsi oleokimia naik 11 ribu ton secara bulanan, menjadi 115 ribu ton di bulan April 2020 dengan seiring  meningkatnya pemakaian hand sanitizer dan sabun.

Besarnya konsumsi dalam negeri berpeluang mengerek porsi penjualan domestik, namun menurut Tofan kontribusinya tidak banyak berubah kemungkinan dikisaran 30% dengan mayoritas 70% diisi oleh pasar ekspor.

Sebab empat pasar produk ekspor sawit Indonesia akan selalu sama yaitu China, India, Uni Eropa, dan Pakistan yang juga akan terus bertumbuh permintaannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×