kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

PLN Bisa Sediakan Jaringan Listrik, Pengembang Siap Terima Kenaikan Tarif


Jumat, 05 Maret 2010 / 17:18 WIB


Reporter: Nadia Citra Surya | Editor: Test Test

JAKARTA. Pengembang perumahan berharap PLN bisa membangun jaringan listrik dari pusat pasokan listrik hingga ke rumah-rumah. Jika permintaan ini dapat diluluskan PLN, pengembang bersedia untuk menaikkan tarif penyambungan listrik yang harus mereka bayarpada PLN.

"Tarifnya sangat murah Rp 300 per watt dan memang belum pernah naik dari tahun 2001," kata Ketua Real Estate Indonesia (REI) Teguh Satria, Jumat (5/3).

Berdasarkan perhitungan REI, pengembang masih sanggup menanggung seandainya biaya penyambungan dinaikkan sekitar Rp 1.000 per watt asalkan pembangunan jaringannya dilakukan oleh PLN. "Mahal sedikit tidak apa, asalkan biaya yang diberikan pada konsumen bisa adil," tandas Teguh.

Soalnya, gara-gara harus membangun jaringan sendiri, pengembang pun memberikan biaya instalasi listrik yang berbeda-beda. "Padahal Rumah Sederhana sehat (RSh) biasanya jauh dari kota dan pusat pasokan listrik, sementara rumah-rumah mewah biaya instalasinya bisa jadi lebih murah karena dekat kota," tutur Teguh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×