kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.883   -52,00   -0,29%
  • IDX 5.839   -57,18   -0,97%
  • KOMPAS100 757   -7,86   -1,03%
  • LQ45 577   -6,86   -1,18%
  • ISSI 202   -0,82   -0,40%
  • IDX30 327   -3,92   -1,18%
  • IDXHIDIV20 403   -4,85   -1,19%
  • IDX80 86   -0,89   -1,02%
  • IDXV30 109   -0,80   -0,73%
  • IDXQ30 105   -1,27   -1,19%

PLN Bisa Sediakan Jaringan Listrik, Pengembang Siap Terima Kenaikan Tarif


Jumat, 05 Maret 2010 / 17:18 WIB


Reporter: Nadia Citra Surya | Editor: Test Test

JAKARTA. Pengembang perumahan berharap PLN bisa membangun jaringan listrik dari pusat pasokan listrik hingga ke rumah-rumah. Jika permintaan ini dapat diluluskan PLN, pengembang bersedia untuk menaikkan tarif penyambungan listrik yang harus mereka bayarpada PLN.

"Tarifnya sangat murah Rp 300 per watt dan memang belum pernah naik dari tahun 2001," kata Ketua Real Estate Indonesia (REI) Teguh Satria, Jumat (5/3).

Berdasarkan perhitungan REI, pengembang masih sanggup menanggung seandainya biaya penyambungan dinaikkan sekitar Rp 1.000 per watt asalkan pembangunan jaringannya dilakukan oleh PLN. "Mahal sedikit tidak apa, asalkan biaya yang diberikan pada konsumen bisa adil," tandas Teguh.

Soalnya, gara-gara harus membangun jaringan sendiri, pengembang pun memberikan biaya instalasi listrik yang berbeda-beda. "Padahal Rumah Sederhana sehat (RSh) biasanya jauh dari kota dan pusat pasokan listrik, sementara rumah-rumah mewah biaya instalasinya bisa jadi lebih murah karena dekat kota," tutur Teguh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×