Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PLN Nusantara Power (PLN NP) memacu produksi energi hijau di awal tahun ini dengan mencatatkan produksi energi hijau sebesar 245 Gigawatt hour (GWh) sepanjang kuartal pertama tahun 2026 melalui program cofiring biomassa di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah mengungkapkan, capaian produksi energi bersih tersebut melampaui target yang telah ditetapkan perusahaan.
"Pada kuartal pertama tahun 2026, PLN NP telah memproduksi energi hijau sebesar 245 Gigawatt hour (GWh), dan melampaui 14,7% dari target yang ditetapkan," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (30/4/2026).
Baca Juga: Simak Strategi Chandra Daya Investasi (CDIA) Dorong Pertumbuhan
Ruly menjelaskan, skema cofiring biomassa menjadi strategi andalan yang relevan dan adaptif untuk diterapkan pada aset pembangkit eksisting guna menekan emisi karbon. Atas capaian produksi 245 GWh di tiga bulan pertama tahun ini, PLN NP mengklaim telah berhasil mereduksi emisi karbon sebesar 286 juta ton CO2e.
“Program cofiring biomassa merupakan wujud nyata komitmen PLN Nusantara Power dalam mendukung agenda transisi energi nasional. Melalui optimalisasi aset pembangkit yang ada, kami terus berupaya menghadirkan energi yang lebih bersih, andal, dan berkelanjutan untuk Indonesia,” jelasnya.
Ruly menuturkan, keberhasilan ini melanjutkan tren positif tahun 2025, di mana PLN NP telah mengoperasikan secara komersial program cofiring di 25 unit PLTU. Menurutnya, pertumbuhan energi hijau ini terus meningkat secara signifikan jika dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya.
"Pertumbuhan green energy cofiring juga berada pada tren positif dimana produksi tahun 2025 telah mengalami kenaikan sebesar 21,9% dari tahun sebelumnya. Sedangkan pada tahun ini, kami telah mencatatkan pertumbuhan yang signifikan dengan produksi energi hijau mencapai 245 GWh," pungkasnya.
Baca Juga: Perkuat Portofolio Tambang, ABMM Siapkan Produksi Baru di Sumatra dan Kalimantan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













