kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

PLTU Batang masih terkendala lahan krusial


Jumat, 25 April 2014 / 13:38 WIB
ILUSTRASI. Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark Desember 2022, Tanpa Aplikasi Anti Ribet


Reporter: Risky Widia Puspitasari | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang, Jawa Tengah masih terkendala lahan.

Direktur Perencanaan dan Manajemen Resiko PLN, Murtaqin Syamsudin mengatakan, lahan yang belum terselesaikan di proyek tersebut merupakan lahan krusial.

"Kalau masalah lahan itu belum selesai, ya, tidak bisa dibangun, tidak bisa dicicil-cicil," kata Murtaqin usai Rapat Koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (25/4).

Menurut Murtaqin, sekitar 10%  lahan belum terselesaikan. Padahal, lahan itu adalah lokasi powerblock, tempat turbin dan boiler berada.

PLTU Batang akan memasok kebutuhan listrik di Jawa sampai 30%. Jika gagal, bisa-bisa Jawa mengalami defisit listrik pada 2017-2018. "Kalau pak Hatta (Menko Perekonomian) inginnya semua bisa cepat terselesaikan," ujar Murtaqin.

Pertumbuhan sistem Jawa-Bali sangat tinggi sehingga ada tambahan beban puncak lebih dari 1500 megawatt.

Sedangkan saat ini beban puncak sudah 21.500 megawatt. Sehingga pembangunan pembangkit listrik harus segera diselesaikan. Sementara PLTU Batang kapasitasnya 2000 megawatt.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×