kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.153   -6,00   -0,03%
  • IDX 5.097   39,78   0,79%
  • KOMPAS100 657   5,57   0,85%
  • LQ45 518   2,72   0,53%
  • ISSI 170   0,84   0,50%
  • IDX30 291   1,43   0,49%
  • IDXHIDIV20 391   -0,27   -0,07%
  • IDX80 76   0,57   0,76%
  • IDXV30 109   -0,28   -0,25%
  • IDXQ30 97   -0,51   -0,52%

PMI Manufaktur Naik ke 54,0, Kemenperin Minta Momentum Ekspansi Dijaga


Senin, 02 November 2026 / 16:12 WIB
PMI Manufaktur Naik ke 54,0, Kemenperin Minta Momentum Ekspansi Dijaga
ILUSTRASI. Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji (KONTAN/Diki Mardiansyah)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai peningkatan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Oktober 2026 menjadi sinyal positif bagi aktivitas industri nasional. Pemerintah pun berupaya menjaga momentum ekspansi tersebut agar berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi, investasi, hingga penyerapan tenaga kerja.

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan, PMI Manufaktur Indonesia pada Oktober 2026 mencapai 54,0, naik dari 52,4 pada September 2026. Capaian tersebut menjadi level tertinggi dalam 31 bulan terakhir sekaligus menandai ekspansi terkuat sejak Maret 2024.

"PMI manufaktur Indonesia pada Oktober 2026 kembali meningkat dan berada semakin jauh di atas ambang batas ekspansi 50 poin. Ini merupakan perkembangan yang positif dan menjadi indikasi bahwa aktivitas industri nasional terus bergerak ke arah yang lebih baik," ujar Sarmuji dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).

Baca Juga: Laba Bersih RAJA Melesat 82%, Siap Rilis Obligasi dan Sukuk Berimbal Hasil Hingga 9%

Menurut Sarmuji, momentum penguatan aktivitas manufaktur perlu dijaga agar memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional. Terlebih, peningkatan PMI kali ini ditopang oleh pertumbuhan pesanan baru dan permintaan ekspor.

Data S&P Global menunjukkan, pesanan baru manufaktur Indonesia pada Oktober tumbuh dengan laju tercepat dalam lima tahun terakhir. Sementara itu, pesanan ekspor baru mencatatkan pertumbuhan tertinggi sejak survei PMI dimulai pada April 2011.

Meski demikian, Sarmuji mengingatkan Indonesia tidak boleh berpuas diri dengan capaian tersebut. Pasalnya, sejumlah negara masih mencatatkan kinerja manufaktur yang lebih tinggi.

"Indonesia memiliki potensi industri yang sangat besar, baik dari sisi pasar domestik, sumber daya, maupun kemampuan produksi. Karena itu, penguatan industri harus terus diarahkan agar kita tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga semakin kompetitif di pasar ekspor," katanya.

Untuk menjaga pertumbuhan manufaktur, Kemenperin mendorong penguatan ekosistem industri, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, serta pengamanan pasar domestik dari persaingan impor yang tidak sehat.

Pemerintah juga berupaya meningkatkan kepastian pasokan energi dan bahan baku bagi pelaku industri. Menurut Sarmuji, ketersediaan kedua faktor tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan aktivitas produksi.

"Industri yang sudah memiliki kemampuan produksi harus terus diperkuat, sedangkan industri yang masih membutuhkan dukungan harus kita pacu agar semakin berkembang. Kita ingin pertumbuhan manufaktur tidak hanya terlihat dari indikator survei, tetapi juga tercermin dalam peningkatan produksi, investasi, ekspor, dan penyerapan tenaga kerja," tegasnya.

Di sisi lain, penguatan aktivitas manufaktur juga tercermin dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Oktober 2026. Kemenperin mencatat IKI berada di level 53,77, naik 1,84 poin dibandingkan September 2026 sebesar 51,93. Angka tersebut juga lebih tinggi 0,27 poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 53,50.

Penguatan IKI tersebut melanjutkan tren perbaikan yang telah berlangsung sejak September 2026. Pada periode tersebut, PMI Manufaktur Indonesia versi S&P Global juga kembali masuk zona ekspansi setelah naik menjadi 52,4 dari 49,8 pada Agustus 2026.

Baca Juga: Bahlil Kaji Moratorium Smelter Nikel Setengah Jadi, Ini Alasannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×