Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kalangan pengusaha menilai penurunan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia ke level 49,1 pada April 2026 menunjukkan industri nasional sedang menghadapi tekanan berat akibat dinamika global.
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perindustrian Saleh Husin mengatakan, pelemahan PMI dipicu gangguan rantai pasok global, kenaikan biaya logistik, serta melemahnya permintaan pasar. Kondisi tersebut membuat pelaku industri menghadapi tekanan cukup besar dalam menjaga keberlangsungan produksi dan efisiensi usaha.
“Namun optimisme pelaku usaha terhadap enam bulan ke depan perlu dijaga sebagai modal pemulihan industri,” ujar Saleh kepada Kontan, Senin (11/5/2026).
Baca Juga: Volume Throughput Jasa Transportasi BBM Elnusa (ELSA) Naik 22% Kuartal I-2026
Ia menilai PMI manufaktur pada dasarnya sangat dipengaruhi persepsi dan tingkat kepercayaan dunia usaha terhadap kebijakan pemerintah. Karena itu, pemerintah perlu memastikan kebijakan yang diambil benar-benar mendukung dunia usaha dan menciptakan kepastian berusaha.
“Pemerintah juga perlu menekan biaya produksi agar industri tetap kompetitif di tengah tekanan global,” katanya.
Saleh menambahkan, untuk meningkatkan PMI manufaktur ke depan, pemerintah perlu memperkuat kepercayaan pelaku usaha melalui kebijakan yang lebih pro-industri dan efisien.
Salah satu langkah yang dinilai penting ialah merevisi kebijakan yang berpotensi menambah biaya produksi, menghambat kelancaran pasokan bahan baku, atau menekan daya beli masyarakat.
Selain itu, dunia usaha juga mendorong adanya penyederhanaan regulasi, perbaikan sistem logistik, serta percepatan belanja pemerintah untuk produk dalam negeri guna mendorong permintaan industri nasional.
“Pemerintah juga perlu menjaga konsumsi domestik agar aktivitas produksi industri tetap bergerak,” ujar Saleh.
Ia optimistis PMI manufaktur dapat kembali membaik apabila dunia usaha melihat arah kebijakan pemerintah yang konsisten dan mendukung iklim usaha.
“Jika dunia usaha melihat arah kebijakan yang konsisten dan mendukung iklim usaha, maka optimisme industri dan PMI akan kembali meningkat,” tandasnya.
Baca Juga: Chandra Daya (CDIA) Perkuat Bisnis Logistik melalui Bersandarnya Kapal Novah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













