CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.664   37,00   0,21%
  • IDX 6.430   -111,50   -1,70%
  • KOMPAS100 847   -11,13   -1,30%
  • LQ45 643   -6,84   -1,05%
  • ISSI 222   -4,83   -2,13%
  • IDX30 357   -3,95   -1,09%
  • IDXHIDIV20 446   -3,28   -0,73%
  • IDX80 97   -1,07   -1,09%
  • IDXV30 124   -1,08   -0,86%
  • IDXQ30 115   -0,88   -0,76%

PPN dihapus, harga pangan tak turun signifikan


Kamis, 02 Maret 2017 / 23:06 WIB


Reporter: Elisabeth Adventa | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) menghapus Pajak Pertambahan Nilai (PPN) beberapa jenis bahan pangan pokok diperkirakan bakal berpengaruh pada harga sejumlah bahan pangan pokok, namun tidak signifikan.

Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengatakan, penghapusan PPN berpengaruh sekitar 3%-5% pada harga pangan pokok. "Tetap ada dampaknya. Kemungkinan harga bahan pokok bisa turun, tapi tidak signifikan," tuturnya.

Menurut Abdullah, akar permasalahan lonjakan harga pangan saat ini sejatinya pada produksi dan permintaan. Produksi bahan pangan dalam negeri belum bisa memenuhi permintaan masyarakat dan industri.

"Pekerjaan rumah pemerintah tetap pada peningkatan produksi dan efisiensi rantai distribusi. Walaupun penghapusan PPN juga termasuk salah satu upaya untuk menurunkan harga pangan pokok," ujar Abdullah.

Ia menyebut, ada tiga komoditas yang menyumbang inflasi cukup tinggi belakangan ini, yakni gula, cabai, dan bawang merah. "Justru beras dan jagung saya rasa jarang bermasalah. Ketersediaan juga aman, produksi juga baik. Nah, sekarang yang menyumbang inflasi cukup tinggi di pedesaan ya tiga komoditas itu," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×