kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Praktisi: Perlu ada stimulus untuk tingkatkan aktivitas KKKS dan menggerakkan ekonomi


Senin, 15 Juni 2020 / 19:03 WIB
ILUSTRASI. Fasilitas gas di anjungan leps pantai Pertamina


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) dinilai memerlukan stimulus untuk menanggulangi tekanan akibat pandemi covid-19. Insentif dibutuhkan agar Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dapat tetap berinvestasi sehingga tingkat produksi bisa terjaga.

Praktisi hulu migas Tumbur Parlindungan mengungkapkan, selama permintaan energi masih rendah akibat covid-19, harga komoditas termasuk minyak mentah akan tetap rendah. Dampaknya secara bisnis, investasi akan tertahan.

Baca Juga: Cegah lifting migas anjlok, komisi VII DPR dorong pemberian insentif di sisi hulu

Tanpa adanya insentif, KKKS akan menunda investasi untuk menaikkan produksi hingga terjadi kesetimbangan harga komoditas dan jasa untuk menunjang kegiatan produksi. Menurutnya, kesetimbangan baru bisa terjadi jika ekonomi semakin bergeliat sehingga bisa meningkatkan permintaan, yang pada gilirannya mendongkrak harga komoditas.

"Setelah itu baru KKKS melakukan investasi kembali. Untuk mempercepat pertumbuhan demand, KKKS perlu adanya stimulus agar tetap beraktivitas," kata Tumbur kepada Kontan.co.id, Senin (15/6).

Ketika KKKS beraktivitas, sambung Tumbur, semua industri penunjang seperti industri jasa akan ikut bergerak. Sehingga roda ekonomi akan berputar semakin kencang. Dalam perhitungannya, dampak dari aktivitas di bisnis hulu akan menggerakkan paling tidak 60% proses ekonomi di tempat KKKS beraktivitas, termasuk meningkatkan daya beli masyarakat.

"Seperti kegiatan well service di Aceh, dampaknya mulai terlihat adanya pergerakan ekonomi dari logistik, hotel, penerbangan dan lainnya," ujar Tumbur.

Baca Juga: Tarik ulur investasi Rokan, SKK Migas nantikan kejelasan restrukturisasi Pertamina




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×