kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.515.000   27.000   1,09%
  • USD/IDR 16.766   26,00   0,16%
  • IDX 8.778   29,74   0,34%
  • KOMPAS100 1.209   4,20   0,35%
  • LQ45 853   0,94   0,11%
  • ISSI 317   2,56   0,82%
  • IDX30 438   -0,68   -0,16%
  • IDXHIDIV20 511   -0,45   -0,09%
  • IDX80 134   0,52   0,39%
  • IDXV30 140   0,01   0,01%
  • IDXQ30 140   -0,09   -0,07%

PRAY Targetkan Buka Rumah Sakit Baru Berkapasitas 200 Tempat Tidur pada 2026


Minggu, 04 Januari 2026 / 16:35 WIB
PRAY Targetkan Buka Rumah Sakit Baru Berkapasitas 200 Tempat Tidur pada 2026
ILUSTRASI. PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) terus melanjutkan strategi ekspansi yang terukur pada tahun 2026 (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) terus melanjutkan strategi ekspansi yang terukur pada tahun 2026. Perseroan menargetkan pembukaan satu rumah sakit baru dengan kapasitas 200 tempat tidur, sekaligus memulai pembangunan untuk beberapa rumah sakit baru lainnya.

Direktur Famon Awal Bros Sedaya, Leona Agustine Karnali, menyampaikan bahwa langkah ekspansi tersebut dilakukan seiring dengan masih kuatnya prospek industri kesehatan dan rumah sakit di Indonesia.

“Industri kesehatan pada 2026 masih menawarkan peluang pertumbuhan yang struktural dan jangka panjang. Hal ini didorong oleh meningkatnya kesadaran kesehatan masyarakat, pertumbuhan kelas menengah, serta kebutuhan akan layanan kesehatan berkualitas, khususnya di wilayah urban dan padat penduduk,” ujar Leona kepada Kontan, Minggu (4/1/2026).

Baca Juga: Primaya Hospital (PRAY) Targetkan Pendapatan Tumbuh 15%–20% di 2026, Ini Strateginya

Meski demikian, Perseroan juga mencermati berbagai tantangan yang membayangi industri, terutama tekanan biaya operasional seperti kenaikan upah, penyesuaian regulasi, dinamika tarif dan klaim BPJS, serta ketidakpastian kondisi makroekonomi global.

Dalam kondisi tersebut, PRAY menilai rumah sakit dengan skala yang memadai, model operasional yang efisien, serta portofolio layanan yang seimbang antara pasien BPJS, asuransi swasta, dan pasien umum akan memiliki daya tahan dan daya saing yang lebih kuat.

Dari sisi kinerja keuangan, Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan pada kisaran 15%–20% sepanjang 2026.

Sementara itu, pertumbuhan EBITDA diproyeksikan mencapai 20%–25%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan, seiring dengan penguatan layanan unggulan, pengendalian biaya, optimalisasi patient mix, serta peningkatan efisiensi operasional.

 

Untuk mendukung rencana ekspansi tersebut, PRAY menyiapkan alokasi belanja modal (capex) tidak lebih dari Rp 1 triliun pada 2026.

Capex akan difokuskan pada penyelesaian dan penguatan kapasitas rumah sakit baru, peningkatan fasilitas dan peralatan medis di rumah sakit eksisting, serta investasi pada sistem digital dan infrastruktur pendukung.

“Strategi ekspansi kami tetap berfokus pada kualitas dan dijalankan secara selektif, terutama di kota-kota besar dan wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi, agar pertumbuhan jangka panjang tetap sejalan dengan kesehatan neraca keuangan,” tutup Leona.

Selanjutnya: Kredit Plus (FMFN) Umumkan Pengunduran Diri Direktur Choi Ho Jung

Menarik Dibaca: Cara Mudah Mencari Tambahan Penghasilan untuk Kebutuhan yang Mendesak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×