kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Prioritas proyek jargas di daerah penghasil migas


Rabu, 01 November 2017 / 22:51 WIB


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkomitmen untuk membangun proyek jaringan gas rumah tangga (jargas) di wilayah-wilayah penghasil migas. Langkah ini dilakukan demi mewujudkan keadilan dalam pembangunan sektor energi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan secara langsung menginstruksikan agar pembangunan jargas untuk rumah tangga diprioritaskan terlebih dahulu bagi daerah penghasil minyak dan gas bumi (migas).

“Jargas akan kami bangun untuk kota yang ada gasnya, harus dibangun jargasnya. Tidak fair (adil) kalau misalnya wilayah atau kotamadya memiliki sumur gas, tapi masyarakat tidak memiliki sumur gas,” jelas Jonan dalam keterangan tertulis pada Rabu (1/11).

Lebih lanjut, Jonan meminta Pemerintah Kalimantan Timur untuk memetakan wilayah mana yang akan diprioritas untuk pembangunan jargas. “Mungkin Kalimantan Utara, Tarakan hampir seluruh kota punya jaringan gas. Nanti, Kalimantan Timur tolong nominasikan Kutai Kartanegara atau mana,” kata Jonan.

Khusus untuk Kalimantan Timur, Kementerian ESDM sudah merencanakan pembangunan jaringan gas Bumi untuk Rumah Tangga di 2 Lokasi, yaitu kota Samarinda (4.500 SR) dan Kota Bontang (8.000 SR) dengan jangka waktu pelaksanaan hingga Desember 2017.

Kalimantan Timur sendiri merupakan salah satu daerah penghasil migas di mana terdapat fasilitas produksi lapangan Jangkrik yang baru diresmikan oleh Menteri ESDM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×