kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,96   1,15   0.15%
  • EMAS930.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.09%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Produk UMKM Indonesia diupayakan masuk pasar Rusia lebih luas


Kamis, 16 Januari 2020 / 18:46 WIB
Produk UMKM Indonesia diupayakan masuk pasar Rusia lebih luas
ILUSTRASI. Pengunjung saat melihat-lihat beberapa barang yang dipamerkan pada ajang Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT 2019) di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (24/4/2019). Di tahun ini, INACRAFT 2019 mengangkat keseni

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Duta Besar RI untuk Rusia M. Wahid Supriyadi dengan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, membahas upayakan untuk produk UMKM dapat menembus pasar yang lebih luas di Rusia di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM pada Rabu (15/1).

Selama ini kerja sama perluasan pasar produk UMKM banyak dilakukan di Moskow melalui Festival Indonesia. Promosi tersebut bahkan telah berjalan selama empat kali dan tahun ini telah berlangsung untuk yang kelima kalinya.

Wahid menyebut pertemuan tersebut membahas mengenai peluang perluasan ekspor produk UMKM ke Rusia, termasuk makanan, fesyen, herbal, dan juga buah tropik.

Baca Juga: Perbankan mengincar segmen UMKM tahun ini

“KBRI setiap tahun memberikan subsidi 75 booth untuk UMKM independen di taman yang seluas 16,5 hektare itu hanya untuk Indonesia saja,” kata Wahid dalam siaran pers yang diterima Kontan.co.id pada Kamis (16/1).

Menurutnya, ajang tersebut sangat potensial untuk mempromosikan produk UMKM mengingat pengunjung dalam acara itu mencapai rata-rata 117.000 orang dengan transaksi pada tahun lalu saja mencapai 10,7 juta dolar AS. Ajang yang sama sukses membukukan investasi 1,1 miliar dolar AS.

Disampaikan kepada Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki bahwa ajang tersebut bisa dimanfaatkan oleh KUKM binaan Kementerian Koperasi dan UKM.

“Karena produk Indonesia sudah familiar, barang kita paling laris, yang paling laris fesyen seperti batik tenun ikat, bahkan pada acara fashion show itu semua yang dipakai peragawati habis semua 100 persen terjual, ini menunjukkan bahwa selera UMKM itu testing the market selera lokal sudah benar,” imbuhnya.

Baca Juga: Pelaku UMKM respons positif kebijakan yang menurunkan nilai batas ekspor

Pihaknya mengusulkan agar UMKM di Indonesia dapat memanfaatkan market dan jaringan yang sudah ada tersebut. Di samping itu juga memperluas produk sesuai selera pasar di Moskow bukan sebatas fashion tapi juga produk makanan jadi, herbal, dan buah tropik.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×