CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.386.000   -14.000   -1,00%
  • USD/IDR 16.295
  • IDX 7.288   47,89   0,66%
  • KOMPAS100 1.141   4,85   0,43%
  • LQ45 920   4,23   0,46%
  • ISSI 218   1,27   0,58%
  • IDX30 460   1,81   0,40%
  • IDXHIDIV20 553   3,30   0,60%
  • IDX80 128   0,57   0,44%
  • IDXV30 130   1,52   1,18%
  • IDXQ30 155   0,78   0,50%

PTPP Berhasil Amankan Kontrak Pembangunan IKN Nusantara Sebesar Rp 5,54 Triliun


Rabu, 06 September 2023 / 17:52 WIB
PTPP Berhasil Amankan Kontrak Pembangunan IKN Nusantara Sebesar Rp 5,54 Triliun
ILUSTRASI. PTPP telah mengamankan kontrak pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur sebesar Rp 5,54 triliun.. KONTAN/Fransiskus Simbolon/02/06/2017


Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PP (persero) Tbk (PTPP) telah mengamankan kontrak pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur sebesar Rp 5,54 triliun.

Sekretaris Perusahaan PTPP Bakhtiyar Efendi mengatakan, ada 10 proyek insfrastruktur yang sudah dan masih dikerjakan oleh PTPP. 

“Total ada 10 paket proyek yang paling besar Istana Presiden, kemudian kantor presiden, ada jalan tol juga. kemudian kantor sekretariat negara, rusun 9,  dan pengembangan wilayah Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP),” ungkap Bakhtiyar, kepada awak media pada Selasa (5/9) di Jakarta. 

Setiap proyek IKN tersebut memiliki progres pengerjaan yang berbeda-beda. Seperti, kantor presiden misalnya yang sudah berprogres 35%. Sedangkan untuk penataan lahan KIPP sudah rampung 100%. 

Baca Juga: Hingga Agustus, PTPP Kantongi Kontrak Baru Rp 22,5 Triliun

Pihaknya mengklaim, pengerjaan dari setiap proyek masih sesuai dengan target yang ditetapkan. PTPP menargetkan, keseluruhan proyek tersebut sudah bisa digunakan pada 17 Agustus 2024 mendatang. 

“Progresnya masih berjalan. Semoga meskipun belum selesai keseluruhan secara fungsional bisa mencapai 17 Agustus 2024,” ujarnya. 

Bakhtiyar mengatakan, proyek-proyek IKN mayoritas merupakan proyek infrastruktur jangka panjang atau multi years. Pengerjaannya ada yang berlanjut dua hingga tiga tahun ke depan. 

Ini sejalan dengan strategi PTPP yang juga lebih banyak membidik proyek-proyek jangka panjang. Maklumlah, memasuki tahun politik memang cenderung membuat pengerjaan proyek infrastruktur melesu dari biasanya. 

 

“Tahun depan kan ada pemilu. Perusahaan berusaha mengamankan dengan proyek-proyek multi years. Jadi tahun depan kami tidak bergantung pada proyek baru,” jelasnya. 

Hingga Agustus 2023,  PTPP mengantongi nilai kontrak baru sebesar Rp22,5 triliun. Angka tersebut tumbuh 40% secara year on year (yoy). 

Pihaknya optimistis mampu merealisasikan perolehan kontrak baru yang ditargetkan sebesar Rp 34,5 triliun hingga penghujung tahun nanti. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[ntensive Boothcamp] Business Intelligence with Ms Excel Sales for Non-Sales (Sales for Non-Sales Bukan Orang Sales, Bisa Menjual?)

[X]
×