kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Raih Sertifikasi ISO 37001-2016, TubanPetro optimistis kinerjanya kian baik


Jumat, 30 April 2021 / 08:00 WIB
Raih Sertifikasi ISO 37001-2016, TubanPetro optimistis kinerjanya kian baik


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

Dijelaskan, WBS merupakan sistem pelaporan yang memungkinkan insan TubanPetro atau stakeholders untuk melaporkan adanya dugaan tindakan pelanggaran yang dilakukan oleh internal. Mekanisme pelaporan WBS juga dapat diakses oleh seluruh insan/stakeholders TubanPetro.

Sukriyanto menambahkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke anak usaha terkait implementasi SMAP. Bahkan, agar komitmen anti-korupsi mampu dilaksanakan di semua anak usaha TubanPetro, manajemen akan menerapkan Pedoman Pengendalian Gratifikasi,  Pedoman WBS, dan SOP Asesmen Risiko Penyuapan.

Dari sisi bisnis, Sukriyanto menjelaskan, saat ini terdapat beberapa proyek pengembangan kilang di salah satu anak usaha TubanPetro yaitu TPPI berupa Revamp Platformer, dan Revamp Aromatik.

Baca Juga: TPPI menerima pengelolaan kilang elpiji Tuban LPG Indonesia (TLI) dari negara

Kemudian, TPPI akan melakukan pembangunan olefin cracker dan dilanjutkan pembangunan downstream olefin.

Di akhir 2019, TubanPetro telah menyuntikkan modal ke TPPI sebesar USD70 juta dimana USD35 juta akan digunakan untuk proyek revamping dimaksud. Selain itu, TubanPetro telah menyiapkan dana sebesar USD100 juta di tahun 2021 ini untuk penyelesaian proyek revamping.

“TubanPetro bersama dengan Pertamina berkomitmen mendukung pendanaan untuk penyelesaian proyek revamping tersebut yang dijadwalkan akan diselesaikan pada akhir 2022,’’ ujar Sukriyanto.

Revamp platforming bertujuan meningkatkan kapasitas pengelolaan unit platforming dari 50 ribu barrel per hari menuju 55 ribu barrel per hari. Sedangkan Revamp Aromatik adalah untuk memproduksi 780 ribu ton per tahun paraxylene dari kapasitas saat ini sebesar 600 ribu ton.

’’Hal ini dilakukan untuk menaikkan pendapatan perusahaan dan memenuhi kebutuhan domestik paraxylene serta menurunkan impor,’’ kata Sukriyanto.

Menurut Sukriyanto, pengembangan dalam rangka meningkatkan performa grup dan mendukung roadmap pengembangan petrokimia, terintegrasi dengan bisnis migas Pertamina yang ada selama ini sehingga dimungkinkan untuk segera direalisasikan dalam waktu dekat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×