kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

REA Group incar klik pencari properti Indonesia


Minggu, 09 Oktober 2016 / 10:48 WIB
REA Group incar klik pencari properti Indonesia

Reporter: Sanny Cicilia | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Sejak rampung mengakuisisi iProperty Februari lalu, REA Group asal Australia yakin bisa merangkul para pencari properti di Asia. Sekarang, perusahaan yang mengklaim pemilik website pengiklan properti nomor satu di Negeri Kangguru ini juga mengkover bisnis di lima negara baru: Malaysia, Hong Kong, Thailand, Singapura, dan Indonesia.

Chief Executive Officer REA Group Tracey Fellows menjelaskan, perkembangan properti di suatu negara akan berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi. Semakin bergairah perekonomian suatu negara, pertumbuhan properti semakin baik.


Makanya, ketika perusahaan yang juga membentangkan sayap di Amerika Utara dan sebagian Eropa ini melihat pertumbuhan properti di kawasan barat dunia cenderung flat, Tracey yakin, properti di Asia Tenggara menyimpan potensi pertumbuhan lebih pesat.

Kondisi demografi Asia Tenggara yang dekat dengan Australia juga menjadi pendukung ekspansi REA.

“Kami ingin menambah jumlah pengunjung website, meningkatkan pendapatan, dan memimpin pasar di Asia Tenggara. Setelah mengakuisisi iProperty dengan bisnis di lima negara, Asia Tenggara menjadi fokus kami sekarang,” katanya pada KONTAN, pertengahan pekan ini.

Memang, Tracey mengakui, tantangannya tidak mudah karena ada perbedaan tren properti di Australia dan negara Asia. Ini menyebabkan, para pencari properti di media digital memiliki kebiasaan berbeda-beda.  REA alhasil harus meramu formula menanamkan keberhasilan bisnis iklan properti digital di Australia ke Asia.

“Tantangannya adalah bagaimana menerapkan apa yang tadinya tersentral di Australia, menjadi bisnis yang lokal di setiap negara. Tapi ini tantangan yang menyenangkan,” katanya.

Sebagai pemain media, teknologi juga menjadi hal penting. REA meningkatkan performa website dan memperkuat aplikasi di gawai mobile. Dengan begitu, memudahkan agen menempatkan iklan, juga konsumen berselancar mencari properti.

Fitur yang ditambah misalnya, pencarian bebas, pemberian saran properti, dan pemetaan harga suatu properti yang memungkinkan konsumen mendapat informasi keuntungan memilih rental atau membeli properti di suatu kawasan.
   
Kesempatan di Indonesia

Populasi Indonesia yang besar, pertumbuhan kelas menengah, keinginan masyarakat yang tinggi untuk memiliki tempat tinggal, serta kenaikan transaksi properti, menjadi alasan REA melirik pasar di Indonesia. 

Dari sisi bisnis, pengiklan properti secara digital di Indonesia masih kecil dan menyisakan ruang besar untuk pertumbuhan.

Di Indonesia, REA hadir lewat rumah123. Namun, bukan Cuma REA yang melihat potensi manisnya bisnis iklan properti digital di Tanah Air.

Sebut saja rumah.com yang kini dipayungi perusahaan listing properti asal Singapura Propertyguru; Rumahku; dan Urbanindo. Beberapa perusahaan e-commerce juga ikut berkecimpung seperti OLX.com dan Lamudi dengan grup Rocket Internet di belakangnya. 

Meski begitu, Tracey mengaku masih nyaman dengan persaingan di Tanah Air.  “Di Indonesia tidak ada pemain media digital properti yang memimpin, sehingga ini menjadi peluang untuk kami,” katanya. Apalagi, kini REA memiliki jaringan yang bisa menghubungkan pencarian properti di 56 negara dengan 3 juta properti yang listing.

Tracey yakin, akan semakin banyak agen atau pemilik rumah yang akan menggunakan media digital untuk memasarkan propertinya. Mengedukasi agen agar mereka tahu kelebihan listing di media digital  adalah salah satu tantangan utama mengembangkan bisnis di Tanah Air.
 
Pertumbuhan kinerja

Mengakuisisi iProperty rupanya cukup jitu mempertahankan kinerja positif REA Group. Perusahaan yang terdaftar di bursa Sidney ini mencatat, iProperty memiliki 3,7 juta pengunjung unik website mereka saban bulan.

Berdasarkan laporan keuangan tahunan yang diumumkan Jumat lalu (7/10), memang, ini masih sangat kecil ketimbang jumlah pengunjung di tiga website bisnis Australia. Realstate.com.au, realcommercial.com.au, dan flatmates.com.au mengumpulkan rata-rata 65,1 juta kunjungan setiap bulan, per Juni lalu.

Dengan pertumbuhan organik dan anorganik, REA Group mencatatkan pertumbuhan pendapatan 20% menjadi A$ 630 juta di akhir tahun buku, Juni 2016. Laba juga tumbuh dua digit, 16% menjadi A$ 215 juta.




TERBARU

Close [X]
×