kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45928,35   -6,99   -0.75%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

RedDoorz luncurkan proyek Sans Hotel, apa itu?


Kamis, 22 Oktober 2020 / 19:39 WIB
RedDoorz luncurkan proyek Sans Hotel, apa itu?


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Platform pemesanan dan manajemen hotel online, RedDoorz resmi akan meluncurkan perubahan strategi bisnis dalam membangun perusahaan new-age hospitality melalui pembangunan Sans Hotel.

Peluncuran ini dilatari oleh peningkatan kinerja sebesar 80% dalam pemesanan kamar dan peningkatan tingkat hunian hingga 50% selama Maret hingga Oktober 2020.

Angka ini lebih di atas rata-rata okupansi nasional yang hanya 36% (berdasarkan Laporan STR Hotel Database, perusahaan bisnis intelijen independen untuk hospitality).

Adil Mubarak, VP Operations of RedDoorz, mengatakan, pandemi Covid-19 memang mendisrupsi performa bisnis RedDoorz sejak Maret 2020.

"Menghadapi ketidakpastian seraya memenuhi kebutuhan travelling saat masa pandemi ini, RedDoorz telah meluncurkan beberapa produk seperti HygienePass dan RedHeroes, yang membantu kami serta mitra properti bertahan,” katanya dalam acara konferensi pers yang diselenggarakan virtual, Kamis (22/10).

Baca Juga: RedDoorz apresiasi upaya pemerintah pulihkan kembali industri perhotelan yang lesu

“Pertumbuhan bisnis yang positif di kuartal ketiga ini membuat kami semakin optimistis dan berharap pariwisata domestik akan pulih kembali. Dengan semangat dan optimisme ini, kami tengah bersiap untuk memasuki fase untuk terus bertumbuh di industri ini,"

Lebih lanjut, Sans Hotel sebagai properti pertama untuk merek hotel ini akan hadir pada pertengahan November 2020 dan menargetkan pelancong dari Gen Z dan milenial.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2020, populasi penduduk usia produktif (usia 15-64 tahun) akan mencapai 179,1 juta orang, dan lebih dari sepertiganya atau sekitar 63,5 juta adalah milenial (usia 21-36 tahun).

Hal ini menjadikan generasi milenial sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Indonesia, termasuk sektor pariwisata. Ditambah lagi, milenial dan Gen Z adalah social media savvy, yang gemar berbagi foto dan video estetik dari perjalanan mereka di platform media sosial.

"Saat ini, kami tengah mempersiapkan beberapa properti yang akan menjadi Sans Hotel," ungkap Adil.

Peluncuran merek baru ini nantinya akan memperkuat langkah menuju platform multibrand hospitality. “Dengan peluncuran produk co-living, KoolKost di awal tahun ini, kami ingin menjadi one-stop platform untuk memenuhi kebutuhan akan akomodasi," imbuhnya.

Sans berasal dari bahasa gaul dari santai, nantinya akan memberikan pengguna dengan layanan hospitality yang mengedepankan semangat anak muda serta nuansa santai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×