Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Yudho Winarto
JAKARTA. Memasuki kuartal terakhir tahun ini, PT Rekayasa Industri (Rekind) menargetkan pendapatan bisa menembus Rp 7 triliun. Perusahaan yang menggarap bisnis engineering, Procurement, Construction (EPC) ini optimistis bisa mencapai target lantaran tengah menggarap beberapa proyek EPC di sektor industri migas.
Corporate Secretary Rekind, Wilka Osca mengatakan, saat ini Rekayasa akan melakukan penandatanganan kerjasama dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) untuk membangun proyek pipanisasi gas Cirebon–Semarang sepanjang 255 kilometer dengan investasi US$ 400 juta.
Wilka menyatakan, dalam proyek tersebut, Rekind memiliki hak sebagai pemimpin konsorsium. "Bentuk kerjasamanya dengan PGN akan disesuaikan dengan memorandum of understanding (MOU) nanti," katanya kepada KONTAN, Rabu (24/9).
Selain itu, Rekind juga tengah mengerjakan proyek Onshore Receiving Facilities (ORF) di Muara Karang. Proyek ORF Muara Karang merupakan proyek dengan rekayasa substansial, pengadaan, konstruksi, instalasi dan commissioning di bawah laut.
Di proyek ini Rekind akan menggunakan pipa berdiameter pipa 24 inci sepanjang 16 km menghubungkan Floating Storeage & Regasification Unit (FSRU) Jabar menuju ORF. "Tekanan maksimum untuk aliran gasnya itu sekitar 500 mmscfd," terangnya.
Rekind juga tengah menggarap regasifikasi di Bojonegoro dan Lampung. "Kemudian ada unit kami power plan geothermal yang sedang berjalan di Gunung Salak, Jawa Barat," urainya.
Ia menjabarkan, untuk investasi setiap proyek nilainya berbeda-beda. Misalnya, kisaran biaya yang dikeluarkan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) berkisar US$ 100 juta-US$ 150 juta. Sedangkan untuk proyek migas mencapai khusus pipanisasi US$ 100 juta–US$ 200 juta. "Namun angka investasi ini, bisa naik, lebih tinggi," terangnya.
Dengan pembangunan proyek pipanisasi gas dan pembangkit tersebut, target pendapatan Rekind tahun 2014 bisa mencapai Rp 7 triliun. "Pencapaian hingga September mencapai lebih dari 80%, dari target," ujarnya.
Nantinya, Rekind akan membuat saluran pipanisasi gas untuk seluruh pulau yang ada di Indonesia. Tak hanya itu, menurut Firdaus Syahril Direktur Utama Rekind akan berlanjut hingga seluruh pelosok Indonesia. Nah proyek inilah yang akan menjadi fokus bisnis Rekind, ke depan.
Rekind mengklaim selama ini telah mengerjakan proyek besar lintas industri. Diantaranya pembangunan pipa di 11 pabrik pupuk, empat pabrik semen, serta pengembangan energi terbarukan.
Selain itu mereka terlibat dalam pembangunan 12 Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dengan total kapasitas sebesar 720 megawatt (MW). Proyek terakhir yang digarap saat ini adalah untuk memenuhi pesanan menara tambat ExxonMobil untuk eksploitasi Blok Cepu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News