kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   -77.000   -2,47%
  • USD/IDR 16.923   21,00   0,12%
  • IDX 7.514   -425,32   -5,36%
  • KOMPAS100 1.047   -63,61   -5,72%
  • LQ45 764   -41,34   -5,13%
  • ISSI 265   -17,60   -6,22%
  • IDX30 406   -20,61   -4,83%
  • IDXHIDIV20 498   -21,17   -4,08%
  • IDX80 118   -6,98   -5,60%
  • IDXV30 135   -6,02   -4,27%
  • IDXQ30 131   -6,19   -4,51%

RKAB Batubara Terlambat, PLN IP Pastikan Stok PLTU Aman


Rabu, 14 Januari 2026 / 18:59 WIB
RKAB Batubara Terlambat, PLN IP Pastikan Stok PLTU Aman
ILUSTRASI. PLN IP memastikan keterlambatan penerbitan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan batubara belum berdampak terhadap pasokan (KONTAN/Muradi)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PLN Indonesia Power (PLN IP) memastikan keterlambatan penerbitan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan batubara belum berdampak terhadap pasokan bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Hingga saat ini, kondisi stok batubara di pembangkit masih berada pada level aman.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernardus Sudarmanta mengatakan, pasokan batubara PLN IP masih mengacu pada RKAB sebelumnya yang memiliki masa berlaku tiga tahun dan dapat digunakan hingga Maret mendatang.

“Terkait RKAB sumber tambang batubara, secara umum kami tidak ada kendala karena saat ini masih berdasarkan RKAB sebelumnya yang tetap dipakai sampai dengan bulan Maret,” ujar Bernardus kepada Kontan, Selasa (14/1/2026).

Baca Juga: Antisipasi Pemangkasan RKAB Tambang, Permintaan Alat Berat 2026 akan Tumbuh Moderat 

Dari sisi operasional, Bernardus mengungkapkan stok batubara di pembangkit PLN IP saat ini setara rata-rata 21,14 hari operasi pembangkit (HOP). Selain stok on site, pasokan juga terus berjalan seiring kedatangan tongkang batubara ke sejumlah PLTU.

“Stok batubara kami sejauh ini aman di pembangkit, setara rata-rata 21,14 HOP. Beberapa tongkang juga terus berdatangan,” katanya.

Meski demikian, PLN IP sempat menghadapi tantangan pada awal tahun ini akibat faktor cuaca. Intensitas hujan yang tinggi serta gelombang laut yang besar sedikit mengganggu distribusi batubara ke pembangkit.

“Di awal tahun ini kami menghadapi faktor cuaca seperti hujan dan ombak yang cukup tinggi sehingga sedikit mengganggu,” imbuh Bernardus.

Ke depan, PLN IP menilai potensi risiko terhadap operasional pembangkit maupun keandalan pasokan listrik tetap terkendali, sekalipun penerbitan RKAB baru mengalami keterlambatan lebih lanjut.

Baca Juga: RKAB Tambang Dipangkas, United Tractors (UNTR) Siapkan Strategi Baru 

Menurut Bernardus, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memahami betul peran strategis pasokan batubara bagi kelistrikan nasional.

“Jika keterlambatan RKAB berlanjut, menurut hemat kami tidak masalah karena kami boleh menggunakan yang sudah disetujui sebelumnya. Kementerian ESDM tentu sangat memahami peran penting suplai batubara sehingga kami dibantu dan mudah dalam koordinasi,” tegasnya.

Bernardus menambahkan, dengan kondisi tersebut, PLN IP memastikan operasional pembangkit tetap berjalan normal dan pasokan listrik ke pelanggan tetap andal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×