kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.823   -5,00   -0,03%
  • IDX 8.126   94,19   1,17%
  • KOMPAS100 1.145   12,93   1,14%
  • LQ45 827   6,36   0,77%
  • ISSI 288   4,50   1,59%
  • IDX30 430   3,40   0,80%
  • IDXHIDIV20 517   3,74   0,73%
  • IDX80 128   1,34   1,05%
  • IDXV30 141   1,34   0,96%
  • IDXQ30 140   1,05   0,76%

Sampai Mei, permintaan semen domestik tumbuh 3,4%


Rabu, 11 Juni 2014 / 19:21 WIB
Sampai Mei, permintaan semen domestik tumbuh 3,4%
ILUSTRASI. Inilah 10 Penyakit yang Ditandai dengan Kaki Tiba-Tiba Bengkak


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Konsumsi semen domestik ternyata masih tumbuh di bawah ekspektasi. Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mendata bahwa sampai bulan Mei, konsumsi semen domestik hanya tumbuh 3,4% dari 22,93 juta ton menjadi 23,78 juta ton. Padahal sepanjang tahun ini, konsumsi semen diperkirakan bisa naik 6%.

Pulau Jawa masih berkontribusi terbesar pada konsumsi semen domestik. Konsumsinya pun tercatat meningkat 4,9% dari 12,66 juta ton menjadi 13,28 juta ton.

Nah, konsumsi semen di Jawa Timur mengalami peningkatan terbesar 9,2%. Lalu Jakarta menyusul dengan peningkatan 8,8%. Kemudian, konsumsi semen di Jawa Barat tumbuh 8,7%. Lebih lanjut, konsumsi semen di Yogyakarta naik 5,7%. Sayangnya, konsumsi semen di Banten merosot 7,7% dan Jawa Tengah turun 1,3%.

Konsumsi semen di Pulau Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan menunjukkan angka positif. Konsumsi di Sulawesi tercatat meningkat 8,7%. Kemudian konsumsi di Kalimantan 4,4%. Terakhir, konsumsi semen di Sumatera naik 1,2%.

Namun konsumsi yang positif ini tak merata di seluruh Indonesia. Daerah Nusa Tenggara serta Maluku dan Papua tampak mengalami kemerosotan konsumsi semen. Konsumsi di Nusa Tenggara jatuh 2,8%. Lalu di Maluku dan Papua turun 2,5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×