kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.854   -36,00   -0,20%
  • IDX 6.336   34,64   0,55%
  • KOMPAS100 829   6,27   0,76%
  • LQ45 632   4,63   0,74%
  • ISSI 219   1,85   0,85%
  • IDX30 353   2,23   0,63%
  • IDXHIDIV20 429   1,48   0,35%
  • IDX80 95   0,70   0,74%
  • IDXV30 118   0,89   0,76%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Sampai Mei, permintaan semen domestik tumbuh 3,4%


Rabu, 11 Juni 2014 / 19:21 WIB
ILUSTRASI. Inilah 10 Penyakit yang Ditandai dengan Kaki Tiba-Tiba Bengkak


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Konsumsi semen domestik ternyata masih tumbuh di bawah ekspektasi. Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mendata bahwa sampai bulan Mei, konsumsi semen domestik hanya tumbuh 3,4% dari 22,93 juta ton menjadi 23,78 juta ton. Padahal sepanjang tahun ini, konsumsi semen diperkirakan bisa naik 6%.

Pulau Jawa masih berkontribusi terbesar pada konsumsi semen domestik. Konsumsinya pun tercatat meningkat 4,9% dari 12,66 juta ton menjadi 13,28 juta ton.

Nah, konsumsi semen di Jawa Timur mengalami peningkatan terbesar 9,2%. Lalu Jakarta menyusul dengan peningkatan 8,8%. Kemudian, konsumsi semen di Jawa Barat tumbuh 8,7%. Lebih lanjut, konsumsi semen di Yogyakarta naik 5,7%. Sayangnya, konsumsi semen di Banten merosot 7,7% dan Jawa Tengah turun 1,3%.

Konsumsi semen di Pulau Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan menunjukkan angka positif. Konsumsi di Sulawesi tercatat meningkat 8,7%. Kemudian konsumsi di Kalimantan 4,4%. Terakhir, konsumsi semen di Sumatera naik 1,2%.

Namun konsumsi yang positif ini tak merata di seluruh Indonesia. Daerah Nusa Tenggara serta Maluku dan Papua tampak mengalami kemerosotan konsumsi semen. Konsumsi di Nusa Tenggara jatuh 2,8%. Lalu di Maluku dan Papua turun 2,5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×