kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.174   21,00   0,12%
  • IDX 4.904   -192,54   -3,78%
  • KOMPAS100 629   -27,90   -4,25%
  • LQ45 497   -20,62   -3,98%
  • ISSI 164   -6,52   -3,83%
  • IDX30 280   -11,04   -3,79%
  • IDXHIDIV20 378   -13,42   -3,43%
  • IDX80 73   -3,14   -4,14%
  • IDXV30 105   -3,49   -3,20%
  • IDXQ30 94   -3,48   -3,57%

Sanurhasta Mitra (MINA) terus perkuat bisnis leisure


Kamis, 16 Januari 2020 / 17:43 WIB
ILUSTRASI. Hotel, penginapan atau villa The Santai Umalas di Sanur, Bali yang dikembangkan Sanurhasta Mitra Tbk MINA ; Sanur hasta Mitra


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Handoyo

Adapun secara total sepanjang kuartal III/2019 pendapatan MINA tercatat Rp 9,42 miliar. Capaian tersebut tumbuh 11,87% secara YoY sebesar Rp 8,42 miliar. Dari sisi bottom line, perseroan sudah mencatatkan keuntungan sebesar Rp 3,36 miliar dari periode yang sama tahun lalu mencatatkan rugi Rp 2,57 miliar.

Selain dari bisnis pondok vila, sebelumnya MINA juga telah berinvestasi dengan melakukan pembelian 1.885 saham PT Rhadia Nitya dengan nilai pembelian seluruhnya sebesar Rp 1,78 triliun atau mewakili 19,9% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor. Adapun aksi tersebut terjadi pada 26 Agustus 2019 lalu.

Dengan aksi tersebut, bisnis leisure MINA tak hanya dari pondok villa tetapi dari kapal pinisi yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan perseroan. Lebih lanjut, Airvin menyebutkan kapal tersebut berkapasitas 5 kamar yang dapat menampung 12 penumpang.

Terkait kontribusi dari bisnis tersebut, baru akan terasa di tahun depan. Namun, MINA menilai tak akan berkontribusi banyak karena hanya 5 kamar. Hanya saja, pihaknya akan menjadikan pengalaman pertamanya terjun ke sektor bahari sebagai benchmark untuk pengembangan ke depannya.

Baca Juga: Merosot, saham Sanurhasta Mitra (MINA) kena suspensi

Tak berhenti di sana, Gunawan Angkawibawa, Direktur MINA menambahkan saat ini pihaknya juga tengah melakukan pencarian mitra untuk mengembangkan landbank mereka di Sanur. Pencarian partner tersebut lantaran luas tanah yang dimilikinya lebih besar dibandingkan The Santai.

"Kami masih memiliki landbank yang cukup luas yakni 4 ha makanya kami sedang mencari parter untuk mengembangkan lahan tersebut," tuturnya.

Ia mengaku saat ini telah menjajaki pembicaraan dengan berbagai investor yang tertarik masuk baik dari lokal maupun mancanegara. Sayang, untuk detailnya ia masih enggan buka-bukaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×