kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Sea World klaim merugi sejak ditutup Ancol


Kamis, 02 Oktober 2014 / 21:20 WIB
ILUSTRASI. Peringatan dari BCA, BRI, dan Telkomsel soal kejahatan perbankan soceng semakin menggila dan berkembang. KONTAN/Muradi.


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Sea World Indonesia mengaku merugi sejak penutupan sepihak bagi pengunjung ke tempat rekreasi tersebut dilakukan oleh pihak Ancol.

Dua hari belakangan, Sea World mengklaim sama sekali tidak mendapat pengunjung. "Kami alami kerugian," kata President Director PT Sea World Indonesia Yongki E Salim, di Gedung Sea World, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Kamis (2/10).

Meskipun demikian Yongki tidak mengungkap secara terperinci jumlah kerugian yang dialami. Namun, ia mengatakan biaya operasional per hari Sea World mencapai Rp 60-70 juta.

Dia menjelaskan, kerugian mulai dialami sejak papan pengumuman penutupan ditancapkan di depan Sea World tanggal 27 September 2014 lalu oleh pihak Ancol. "Sudah bisa kita perkirakan (kerugian) sejak hari itu," ujar Yongki.

Menurut Yongki, pemagaran full area dilakukan pada hari Minggu (28/9). Sejak hari itu, hanya pengunjung setia Sea World yang masih nekat masuk.

Namun, saat ini tidak satu pun pengunjung yang masuk. "Pengunjung dua hari terakhir nol," ujar Yongki. (Robertus Belarminus)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×