kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Sektor perkantoran di kawasan CBD diharapkan bangkit kembali


Jumat, 11 Juni 2021 / 10:27 WIB
ILUSTRASI. Tarif Sewa Perkantoran Turun: Aerial foto gedung-gedung perkantoran di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (9/9)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seiring pemulihan kota-kota dari situasi pandemi, perkantoran diharapkan kembali aktif di Kawasan Pusat Bisnis (CBD) dengan ruang kerja yang lebih efisien dan produktif yang mencerminkan standar kesehatan dan kesejahteraan yang tinggi, menurut laporan baru JLL, Benchmarking Cities and Real Estate.

Sementara protokol menjaga jarak kemungkinan akan berakhir pasca pandemi, perusahaan semakin banyak menghadapi desakan untuk memikirkan kembali denah ruang kantor mereka.

Survei global JLL menunjukkan bahwa 37% karyawan mengharapkan lingkungan kerja yang berjarak di masa depan. Laporan, Benchmarking Cities and Real Estate, menggarisbawahi kebutuhan bisnis untuk memantau pemanfaatan serta metrik kepadatan ruang kantor untuk membantu menentukan kebutuhan ruang kantor mereka di masa depan.

Baca Juga: Cushman & Wakefield: Rata-rata harga tanah Kabupaten Tangerang Rp 12,4 juta per m2

“Metrik yang dapat mengukur pengalaman manusia menjadi semakin penting bagi perusahaan serta untuk kota itu sendiri. Saat nanti kita memasuki siklus pemulihan berikutnya, kami berharap perkantoran di Kawasan Pusat Bisnis akan kembali menjadi pusat sosial dan bisnis yang telah beradaptasi untuk mengakomodasi cara orang ingin bekerja dan hidup di masa depan,” ungkap Jeremy Kelly, Lead Director, Global Cities Research, JLL dalam siaran pers, Jumat (11/6).

Jeremy menjelaskan, kota-kota yang memiliki kepadatan di tempat kerja sebelum pandemi cenderung menghadapi tekanan untuk mengurangi kepadatan.

Kota-kota ini terbagi dalam tiga kelompok, yaitu pusat bisnis global seperti Hong Kong, London, dan Singapura, dengan kepadatan 10 meter persegi per orang atau kurang.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×