kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.697   16,00   0,09%
  • IDX 6.482   -52,46   -0,80%
  • KOMPAS100 860   -6,34   -0,73%
  • LQ45 654   -5,44   -0,83%
  • ISSI 224   -0,87   -0,39%
  • IDX30 363   -3,26   -0,89%
  • IDXHIDIV20 453   -4,72   -1,03%
  • IDX80 98   -0,70   -0,71%
  • IDXV30 125   -0,98   -0,78%
  • IDXQ30 117   -1,08   -0,91%

Sektor perkantoran di kawasan CBD diharapkan bangkit kembali


Jumat, 11 Juni 2021 / 10:27 WIB
ILUSTRASI. Tarif Sewa Perkantoran Turun: Aerial foto gedung-gedung perkantoran di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (9/9)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Yudho Winarto

Selanjutnya, destinasi outsourcing proses bisnis: Manila dan Bengaluru, di mana kebutuhan bisnis dan penggunaan ruang yang intensif telah mendorong kepadatan hingga serendah 7 meter persegi per orang.

Terakhir, mega-hub yang sedang berkembang: Jakarta dan Mumbai yang menyediakan layanan bisnis untuk pasar nasional yang besar dan berkembang dengan kepadatan dari 9 hingga 11 meter persegi per orang.

“Amat menarik untuk mengamati masa depan ruang perkantoran pasca pandemi, khususnya di Jakarta sebagai salah satu kota dengan rasio luas ruang perkantoran terhadap orang yang relatif cukup padat dibandingkan kota-kota global lainnya.” kata Yunus Karim, Head of Research, JLL Indonesia.

Baca Juga: CPRI menargetkan okupansi bisnis sewa properti mencapai 80% tahun ini

Menurutnya, perusahaan harus beradaptasi dengan perubahan cara kerja dan memiliki strategi untuk mengakomodasi kebutuhan pasca pandemi mengingat ruang perkantoran akan tetap berperan sebagai pusat kolaborasi dan sosialisasi bagi para karyawannya.

Dalam pemulihan pasca-pandemi, beberapa tahun ke depan akan menjadi sangat penting ketika perusahaan dan kota menetapkan dan bekerja bersama menuju target keberlanjutan yang ambisius.




TERBARU

[X]
×