kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Sektor telekomunikasi memiliki potensi tumbuh besar di masa pandemi


Selasa, 21 April 2020 / 20:29 WIB
Sektor telekomunikasi memiliki potensi tumbuh besar di masa pandemi
ILUSTRASI. Pekerja melakukan perawatan menara (tower) telekomunikasi milik PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (18/9/2019).


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

Kontribusi pemain seluler kepada masyarakat secara nominal selama Covid-19 ini mencapai dua triliun rupiah. Jadi traffic naik, tapi pemasukan flat saja," ungkap Ririek.

Selain itu dengan kebutuhan meningkat, konsumen menuntut harga lebih affordable daripada biasanya. Ririek melihat bahwa tren ini akan semakin terasa karena dampak ekonomi Covid-19. Tidak lama lagi, layanan telekomunikasi ritel bisa menurun karena daya beli sedikit demi sedikit berkurang.

Baca Juga: Kisah mereka yang mendaftar kartu prakerja

Ia memprediksi bahwa ekonomi baru akan benar-benar tumbuh kembali dan menguat tidak di tahun ini, tapi justru di awal tahun 2021. Bahkan dalam jangka panjang pertumbuhan ekonomi benar-benar akan tumbuh kuat di pertengahan 2021.

Mantan Menteri Pariwisata serta mantan CEO Telkom Arief Yahya juga menyatakan, apa yang disebut surviving, preparing, dan actualization (SPA) justru harus dilakukan saat ini oleh para operator.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×