kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Sektor telekomunikasi memiliki potensi tumbuh besar di masa pandemi


Selasa, 21 April 2020 / 20:29 WIB
ILUSTRASI. Pekerja melakukan perawatan menara (tower) telekomunikasi milik PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (18/9/2019).


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

Kontribusi pemain seluler kepada masyarakat secara nominal selama Covid-19 ini mencapai dua triliun rupiah. Jadi traffic naik, tapi pemasukan flat saja," ungkap Ririek.

Selain itu dengan kebutuhan meningkat, konsumen menuntut harga lebih affordable daripada biasanya. Ririek melihat bahwa tren ini akan semakin terasa karena dampak ekonomi Covid-19. Tidak lama lagi, layanan telekomunikasi ritel bisa menurun karena daya beli sedikit demi sedikit berkurang.

Baca Juga: Kisah mereka yang mendaftar kartu prakerja

Ia memprediksi bahwa ekonomi baru akan benar-benar tumbuh kembali dan menguat tidak di tahun ini, tapi justru di awal tahun 2021. Bahkan dalam jangka panjang pertumbuhan ekonomi benar-benar akan tumbuh kuat di pertengahan 2021.

Mantan Menteri Pariwisata serta mantan CEO Telkom Arief Yahya juga menyatakan, apa yang disebut surviving, preparing, dan actualization (SPA) justru harus dilakukan saat ini oleh para operator.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×