kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Sektor telekomunikasi memiliki potensi tumbuh besar di masa pandemi


Selasa, 21 April 2020 / 20:29 WIB
ILUSTRASI. Pekerja melakukan perawatan menara (tower) telekomunikasi milik PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (18/9/2019).


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

Kontribusi pemain seluler kepada masyarakat secara nominal selama Covid-19 ini mencapai dua triliun rupiah. Jadi traffic naik, tapi pemasukan flat saja," ungkap Ririek.

Selain itu dengan kebutuhan meningkat, konsumen menuntut harga lebih affordable daripada biasanya. Ririek melihat bahwa tren ini akan semakin terasa karena dampak ekonomi Covid-19. Tidak lama lagi, layanan telekomunikasi ritel bisa menurun karena daya beli sedikit demi sedikit berkurang.

Baca Juga: Kisah mereka yang mendaftar kartu prakerja

Ia memprediksi bahwa ekonomi baru akan benar-benar tumbuh kembali dan menguat tidak di tahun ini, tapi justru di awal tahun 2021. Bahkan dalam jangka panjang pertumbuhan ekonomi benar-benar akan tumbuh kuat di pertengahan 2021.

Mantan Menteri Pariwisata serta mantan CEO Telkom Arief Yahya juga menyatakan, apa yang disebut surviving, preparing, dan actualization (SPA) justru harus dilakukan saat ini oleh para operator.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×