kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45944,75   -7,79   -0.82%
  • EMAS917.000 -0,54%
  • RD.SAHAM -0.87%
  • RD.CAMPURAN -0.36%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.50%

Siap diversifikasi bisnis, Intraco Penta (INTA) optimistis kinerja di 2021 membaik


Jumat, 25 Desember 2020 / 20:12 WIB
Siap diversifikasi bisnis, Intraco Penta (INTA) optimistis kinerja di 2021 membaik
ILUSTRASI. Deretan alat berat di PT. Intraco Penta Tbk, Jakarta Utara, Senin (28/3). KONTAN/Baihaki/28/3/2011

Reporter: Filemon Agung | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Intraco Penta Tbk (INTA) optimistis dapat memperbaiki kinerja di tahun 2021 mendatang lewat sejumlah strategi dan diversifikasi bisnis. Direktur Utama INTA Petrus Halim mengungkapkan ada potensi pertumbuhan alat berat sebesar 10% pada 2021 mendatang.

Di sisi lain, industri alat berat mengalami tekanan sepanjang tahun ini. Hal ini bahkan disebut turut dialami para pemain utama di industri alat berat. 

Petrus melanjutkan, di tengah kondisi itu, sejumlah pemain alat berat dari Cina terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. "Tren penurunan penjualan dari pemain utama alat berat dimanfaatkan para perusahaan alat berat dari Cina untuk meningkatkan penjualan," ujar Petrus dalam gelaran Public Expose Virtual, Rabu (23/12).

Baca Juga: Sentral Mitra Informatika (LUCK) bidik penjualan Rp 135 miliar di tahun depan

Petrus menjelaskan, pada 2020 pangsa pasar alat berat dari industri non pemain besar mencapai 32% atau meningkat drastis dari hanya sebesar 4% pada 2012 silam.

Menangkap momentum tersebut, Petrus memastikan pihaknya melalui anak perusahaan, PT Intraco Penta Prima Servis (IPPS) telah melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan PT LiuGong Machinery Indonesia untuk memasarkan, menjual serta mendistribusikan produk unit alat berat serta suku cadang merek LiuGong dan Dressta.

Petrus menambahkan, sepanjang 2015 hingga 2020, LiuGong mencatatkan pertumbuhan market share relatif baik mencapai 4% pada tahun ini. "Ini tunjukkan posisi LiuGong terus bertumbuh dengan baik sehingga diharapkan bisa beri kontribusi positif terhadap kinerja perseroan," jelas Petrus.

Ia melanjutkan, penjualan suku cadang juga jadi salah satu fokus INTA ke depannya. Tak sampai di situ, Petrus memastikan langkah diversifikasi bisnis masih akan dilakukan ke depannya.

INTA menyasar sejumlah sektor lain seperti infrastruktur, pertanian, kehutanan dan pertambangan selain batubara. Petrus menerangkan, sektor pertambangan nikel jadi salah satu yang dinilai punya prospek cukup baik. Hal ini ditandai dengan investasi sektor hilir yang semakin masif.

Baca Juga: Simak realisasi kinerja United Tractors (UNTR) periode November 2020

"Ini pastikan permintaan bijih nikel akan semakin tinggi, alat kami kan dipakai di hulu maka kita cukup optimistis dengan sektor nikel walau pemakaian alat berat di nikel tidak seintensif di batubara," terang Petrus.

Pihaknya pun menargetkan pada 2021 mendatang dapat mencapai pertumbuhan penjualan alat berat mencapai 10%. Ia menjelaskan dengan kondisi yang ada saat ini dimana industri alat berat terdampak pandemi covid-19 maka pertumbuhan 10% merupakan target yang realistis.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Basic Social Media Marketing Strategy (Facebook & Instagram) Batch 9 Capital Investment Model & Presentation

[X]
×