kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Sistem Keselamatan Transportasi Harus Dievaluasi Secara Komprehensif


Selasa, 02 Juni 2026 / 16:40 WIB
Sistem Keselamatan Transportasi Harus Dievaluasi Secara Komprehensif
ILUSTRASI. Kecelakaan kereta api jarak jauh KA Argo Anggrek yang menyeruduk KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi (IST/Media Sosial)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kecelakaan kereta di Bekasi Timur kembali menunjukkan pola lama di Indonesia: respons besar muncul setelah insiden viral, bukan semata karena tingkat keparahan korban. Evaluasi dan janji perbaikan segera disampaikan, tetapi penyebab utama belum jelas.

Hampir sebulan, KNKT belum menyimpulkan hasil investigasi dan baru merilis data awal tanpa analisis maupun kesimpulan. “Kami hanya menyajikan data faktual, tidak ada analisis dan kesimpulan,” ujar Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR belum lama ini.

Kasus ini menyoroti kembali masalah keselamatan transportasi yang bersifat sistemik, bukan satu kesalahan, melainkan gabungan faktor seperti kelalaian manusia, infrastruktur, sistem operasional, dan lemahnya kesiapan darurat.

Dewan Penasihat MTI Djoko Setijowarno menilai keselamatan transportasi jalan di Indonesia belum menunjukkan perbaikan signifikan, bahkan cenderung memburuk dengan tren peningkatan kecelakaan. 

Baca Juga: DPR Pertanyakan Lambatnya KNKT dalam Menyelidiki Kecelakaan KRL Bekasi Timur

“Upaya keselamatan harus mencakup tiga aspek sekaligus, yaitu education, engineering, dan enforcement, namun di Indonesia pendekatannya masih bersifat reaktif—bergerak setelah kecelakaan terjadi, bukan pencegahan,” kata Djoko dalam keetrangannya dikutip Selasa (2/6/2026). 

Menurutnya, pencegahan lebih murah daripada penanganan setelah kecelakaan, tetapi hal itu belum menjadi prinsip utama kebijakan. Ia juga menyebut rata-rata lebih dari 100 orang meninggal setiap hari akibat kecelakaan lalu lintas, yang merupakan akumulasi harian dan sering tidak mendapat perhatian publik, sehingga menunjukkan masih adanya kelalaian negara terhadap keselamatan jalan.

Kondisi ini semakin kompleks karena tingginya ketergantungan masyarakat pada transportasi, dengan ratusan ribu pengguna kereta api per hari, lebih dari 300 ribu bus beroperasi, dan sekitar 145 juta sepeda motor mendominasi mobilitas. Dalam skala besar tersebut, celah kecil dalam sistem keselamatan dapat berakibat fatal. 

Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia, Tulus Abadi, menekankan bahwa mitigasi risiko tidak cukup hanya mengandalkan perilaku pengguna, tetapi juga membutuhkan rekayasa teknis berbasis keselamatan untuk menekan fatalitas. 

Sementara itu, perhatian serius baru meningkat setelah tragedi Bekasi Timur, yang mendorong evaluasi di Komisi V agar tidak hanya mencari penyebab kecelakaan, tetapi juga memperbaiki sistem keselamatan secara menyeluruh.

Baca Juga: Korlantas Sebut Berkas Kasus Kecelakaan KA Bekasi Timur Rampung, Segera Disidangkan

Tragedi di Bekasi Timur memicu perhatian luas dan mendorong rapat Komisi V untuk menekankan bahwa evaluasi kecelakaan tidak boleh berhenti pada pencarian penyebab, tetapi harus menghasilkan perbaikan menyeluruh pada sistem keselamatan transportasi.

Ketua Komisi V, Lasarus, menegaskan bahwa temuan masalah harus segera ditindaklanjuti dengan perbaikan nyata, bukan sekadar catatan di atas kertas. Ia menekankan pentingnya mencegah kejadian serupa terulang.

Sementara itu, kecelakaan lain seperti bus ALS di Sumatera Selatan menunjukkan bahwa masalah keselamatan transportasi masih berulang dan belum terselesaikan. Hal ini menegaskan bahwa kecelakaan bisa terjadi kapan saja di berbagai titik yang sering luput dari perhatian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×