kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45922,36   17,52   1.94%
  • EMAS952.000 1,49%
  • RD.SAHAM 1.13%
  • RD.CAMPURAN 0.50%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Sistim transaksi tol nirsentuh gunakan teknologi global navigation satelite system


Selasa, 14 Juli 2020 / 17:02 WIB
Sistim transaksi tol nirsentuh gunakan teknologi global navigation satelite system
ILUSTRASI. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan melakukan tender sistim transaksi tol non-tunai nirsentuh.


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana melakukan tender sistim transaksi tol non-tunai nirsentuh. Transaksi nirsentuh ini akan menggunakan teknologi global navigation satelite system (GNSS).

Direktur Jendral Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Eko D. Heripoerwanto mengatakan, penggunaan sistim satelit setelah dilakukan kajian teknis oleh pemrakarsa dengan membandingkan beberapa teknologi. "Hasilnya bahwa teknologi GNSS atau satelite based adalah teknologi yang paling efektif untuk rencana penerapan multi lane free flow (MLFF) di jalan tol Indonesia," jelasnya kepada kontan.co.id, Senin (13/7).

Baca Juga: Jasa Marga (JSMR) berminat ikut tender proyek pembayaran tol nontunai nir-sentuh MLFF

Teknologi GNSS direkomendasikan dengan beberapa pertimbangan penting antara lain biaya investasi, biaya pembangunan roadside infrasturcture, biaya operasional, perlengkapan pendukung dalam kendaraan, biaya ekspansi dan akurasi teknologi.

Kementerian PUPR menilai kelebihan sistim GNSS dibandingkan dengan sistis eksisting pembayaran tol, antara lain sistim pembayaran dan pengumpulan tol terintegrasi dalam satu sistim. Kemudian, tidak terdapat barrier dan gerbang tol sehingga menghindari antrean di gerbang tol.

Melalui proyek tersebut, pemerintah berharap salah satunya dapat menghilangkan antrean di gerbang tol sehingga mampu meningkatkan rata-rata waktu tempuh.

Sejak pengumuman prakualifikasi tender proyek pada 8 Juli lalu, Eko bilang, hingga saat ini ada 18 perusahaan telah mendaftar dan mengunduh dokumen prakualifikasi. "Perusahaan yang mendaftar terdiri dari perusahaan yang bergerak dibidang telekomunikasi, konstruksi, energi, data security, dan pengusahaan jalan tol," kata Eko.

Adapun total biaya investasi awal proyek ini sebesar US$ 299.000 atau setara Rp 4,3 triliun. Nilai tersebut mencakup biaya investasi tahap I (wilayah Jawa-Bali) senilai US$ 203.600 atau setara Rp 2,9 triliun dan sebagian biaya investasi tahap selanjutnya senilai US$ 95.400 atau setara Rp 1,4 triliun.

Baca Juga: Pengamat menilai transaksi tol non-tunai berbasis MLFF akan memberatkan pengguna

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




[X]
×