kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.014   51,00   0,28%
  • IDX 5.764   68,86   1,21%
  • KOMPAS100 747   11,89   1,62%
  • LQ45 568   11,29   2,03%
  • ISSI 199   0,82   0,41%
  • IDX30 323   6,94   2,20%
  • IDXHIDIV20 397   8,35   2,15%
  • IDX80 85   1,53   1,83%
  • IDXV30 108   1,46   1,37%
  • IDXQ30 104   1,89   1,85%

SKK Migas akui transisi Blok Rokan antara Pertamina dan Chevron terkendala


Selasa, 17 Maret 2020 / 18:32 WIB
ILUSTRASI. SKK Migas akui transisi Blok Rokan antara Pertamina dan Chevron terkendala. ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/nz.


Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo

Dwi menjelaskan, sejatinya proses transisi bersifat b to b, namun tidak menutup kemungkinan untuk pemerintah terlibat dalam proses transisi. "Kalau b to b belum bisa jalan nanti governement yang mediasiin, apakah ini government to business (g to b) nanti kita jalankan atau gimana," terang Dwi.

Baca Juga: SKK Migas siap kawal Pulau Nustual yang jadi lokasi pelabuhan kilang Masela

Dalam catatan Kontan.co.id, Pertamina pun mulai mengambil ancang-ancang dengan menyiapkan skema cadangan jika tak bisa masuk lebih awal di Blok Rokan.

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu bilang pihaknya sudah sempat menawarkan skema Join Drilling Agreement (JDA) pada Chevron namun belum ada kesepakatan yang dicapai. Untuk itu, Pertamina berencana menyiapkan skema lain demi menjaga produksi pada Blok Rokan.

"Opsi sekarang kita lebih memastikan kita punya kesiapan untuk melakukan pengeboran di Agustus 2021. Itu opsi paling dasar," terang Dharmawan di Jakarta, Selasa (10/3).

Dharmawan menerangkan, opsi tersebut meliputi persiapan alat dan perlengkapan serta mematangkan rencana pengeboran jika nantinya Pertamina memang baru bisa masuk pada bulan Agustus tahun depan atau dengan berakhirnya kontrak Chevron pada Blok Rokan.

Baca Juga: SKK Migas soroti perkembangan proyek Jambaran Tiung Biru




TERBARU

[X]
×