Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan dua investor asing menunjukkan ketertarikan terhadap sumur minyak yang menganggur atau idle well milik PT Pertamina (Persero).
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan, dua perusahaan tersebut berasal dari Amerika Serikat dan China.
“Satu perusahaan sudah membuka data, sudah kita kasih, sudah membayar juga ke Pusdatin [Pusat Data dan Informasi]. Mereka sedang mempelajari,” kata Djoko dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR, Kamis (27/2).
Pertamina sendiri telah mengundang sekitar 70 perusahaan yang berpotensi untuk mengelola sumur-sumur menganggur tersebut. Pemerintah kini masih dalam tahap seleksi terhadap perusahaan yang berminat.
Baca Juga: Produksi Migas Indonesia 2024 Tembus 1,79 Juta Barel per Hari
"Sedang dalam proses dipelajari oleh masing-masing calon, mana yang mereka berminat, mana yang mereka menurut analisnya nanti ini sumur yang bagus untuk yang idle well,” tambah Djoko.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk menangani optimalisasi sumur idle dan peningkatan lifting minyak. Salah satu fokus utama Satgas ini adalah menata ulang pemanfaatan sumur-sumur yang belum beroperasi.
Bahlil menegaskan pemerintah siap mengambil alih pengelolaan sumur-sumur tersebut apabila operator tidak memanfaatkannya.
“Sekarang Satgas sudah saya bentuk, sudah mulai kerja. Tidak dicabut [izin] sebenarnya. Kalau dia [operator] mau untuk mengerjakan, tidak apa-apa. Kalau tidak mau, serahkan ke pemerintah,” kata Bahlil.
Menurut pemetaan yang telah dilakukan, jumlah sumur minyak idle di Indonesia diperkirakan mencapai 4.500 hingga 5.000 sumur.
Sebagai catatan, produksi minyak dan gas siap jual (lifting) sepanjang 2024 mencapai 1,606 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD), lebih rendah dibandingkan target dalam APBN 2024 sebesar 1,668 MBOEPD. Sementara itu, lifting minyak pada 2024 tercatat sebesar 579,7 ribu barel minyak per hari (MBOPD), masih di bawah target APBN yang sebesar 635 MBOPD.
Baca Juga: Bahlil Lantik Tiga Pejabat Baru di SKK Migas
Selanjutnya: Adrian Gunadi Muncul di Doha dan Namanya Tak Masuk Red Notice Interpol, Ini Kata OJK
Menarik Dibaca: 9 Bahaya Memakai Bra saat Tidur bagi Kesehatan, Awas Edema!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News