kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.790.000   -15.000   -0,53%
  • USD/IDR 16.909   -48,00   -0,28%
  • IDX 8.992   -18,15   -0,20%
  • KOMPAS100 1.239   1,44   0,12%
  • LQ45 875   3,69   0,42%
  • ISSI 330   0,16   0,05%
  • IDX30 448   2,63   0,59%
  • IDXHIDIV20 528   6,59   1,26%
  • IDX80 138   0,26   0,19%
  • IDXV30 146   2,21   1,53%
  • IDXQ30 144   1,54   1,08%

SKK Migas Teken Perjanjian Komersial Proyek South Hub


Senin, 29 September 2025 / 18:05 WIB
SKK Migas Teken Perjanjian Komersial Proyek South Hub
ILUSTRASI. Pekerja menaiki tangga di area pengeboran sumur migas di Lapangan Rangau 30, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Rabu (24/9/2025). SKK Migas bersama para kontraktor proyek South Hub resmi meneken perjanjian komersial migas. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/nz.


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. SKK Migas bersama para kontraktor proyek South Hub resmi meneken perjanjian komersial migas.Langkah ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan enam wilayah kerja (WK) migas, sekaligus memastikan tambahan produksi gas dan kondensat bagi Indonesia.

Penandatanganan dilakukan di kantor SKK Migas oleh Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Managing Director Eni Indonesia Roberto Daniele, Direktur Pertamina Hulu Energi East Sepinggan Sunaryanto, serta Country Manager Tiptop Indonesia Qin Shenggao.

Baca Juga: SKK Migas Bidik Investor Global, Tawarkan 60 WK Migas Laut Dalam

Adapun perjanjian mencakup lima kontrak komersialisasi migas, yang meliputi WK Rapak, Selat Makassar, Sepinggan Timur, Ganal, Muara Bakau, dan Ganal Barat. Tiga kontrak pertama memberikan kejelasan hak dan kewajiban para pihak dalam komersialisasi minyak dan kondensat, sementara dua lainnya berupa perjanjian pengembangan LNG untuk mendukung keputusan investasi.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyebutkan proyek South Hub akan menyumbang tambahan produksi 2.000 BSCF gas dan 19 juta barel kondensat. Gas domestik akan dialirkan melalui Sistem Kalimantan Timur, sedangkan sisanya diolah menjadi LNG di Kilang Badak, Kalimantan Timur. Proyek ini juga mengoptimalkan FPU Jangkrik dengan pasokan dari lapangan Jangkrik, Merakes, Gendalo, Gandang, dan Maha.

"Sebagai kelanjutannya, Eni juga akan mengembangkan Proyek North Hub, yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2028. Bersama-sama, proyek-proyek ini akan menghasilkan efisiensi, pertumbuhan, dan manfaat yang lebih besar bagi Indonesia dan masyarakatnya," kata Djoko dalam keterangan resmi, Senin (29/9/2025).

Baca Juga: Investasi Hulu Migas Baru Capai 55% dari Target

Djoko menekankan penandatanganan ini sebagai bentuk kolaborasi erat antara pemerintah dan kontraktor migas.

“Dengan semangat kebersamaan, kami optimistis langkah ini memperkuat ketahanan energi nasional dan keberlanjutan industri migas Indonesia,” tutupnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×